Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
9 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
16 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Peristiwa
9 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
6
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
16 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Cegah Pakai Narkoba, Polisi Kumpulkan Pelajar SD dan SMP

Cegah Pakai Narkoba, Polisi Kumpulkan Pelajar SD dan SMP
Suasana sosialisasi.
Selasa, 10 September 2019 22:25 WIB
PEKANBARU - Maraknya peredaran narkoba di masyarakat membuat para orang tua cemas. Tak bisa dipungkiri, narkoba sudah masuk ke sekolah dan mengorbankan para pelajar menjadi pengguna. Untuk mencegah ke depannya agar siswa tidak menggunakan barang haram itu, Satuan Reserse Narkoba Polres Rokan Hilir mengumpulkan sekitar 50 pelajar di Kantor Desa Kepenghuluan Sungai Bakau Kecamatan Sinaboi, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

"Mayoritas pecandu narkoba masih berusia sekita 11 sampai 22 tahun. Ada yang masih Sekolah Dasar, ada juga SMP. Sangat disayangkan jika usia muda dihabiskan sebagai pecandu narkoba," ujar Kasat Res Nakroba Polres Rokan Hilir AKP Herman Pelani kepada GoRiau.com, Selasa (10/9/2019).

Herman menyebutkan, gejala penyalahgunaan narkotika pada seseorang pelajar dapat dilihat dari berat badan menurun drastis, mata cekung dan merah, muka pucat dan bibir kehitam-hitaman.

"Pelajar yang pakai narkoba akan mudah mosi atau sangat sensitif dan cepat merasa bosan. Bahkan kalau ditegur atau dia akan melawan, nah ini sangat membahayakan," kata Herman.

Selain itu, pecandu narkoba akan terlihat nafsu makan yang tidak menentu. Pelajar akan malas sekolah, dan tugas yang diberikan pelajar tidak dikerjakan.

"Hubungan dengan keluarga akan rusak, karena pelajar yang jadi pecandu narkoba memiliki sifat cuek dan tidak peduli dengan keluarganya. Pergi dari rumah sesuka hati, dan pulang larut malam, ini yang harus diperhatikan orang tua," ucap Herman.

Lebih parahnya, kata Herman, mereka akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang buat beli narkoba. Ada yang mencuri, berbohong kepada orang tua supaya diberi uang, bahkan berbuat kriminal.

"Mereka berpotensi akan lebih suka mencuri uang orang tua untuk beli narkoba. Lebih suka di kamar dalam kondisi gelap kalau sedang di rumah, malas mandi, batuk-batuk dan flu yang tidak sembuh-sembuh. Ciri lainnya pelajar akan sering menguap dan ngantuk," jelas Herman.

"Saya ingatkan kepada para pelajar, narkoba menyebabkan gangguan mental dan perilaku. Sistem pada susunan saraf pusat otak akan terganggu. Saya tegaskan, pelajar yang pakai narkoba, akan dipenjara. Apalagi jika jadi pengedar, siap-siaplah habiskan masa remaja di penjara," terang Herman. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Umum, Riau, GoNews Group

wwwwww