Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
15 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
6 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
3
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Ekonomi
12 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
Ekonomi
12 jam yang lalu
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
6
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Diselimuti Kabut Asap, Gubernur Riau Instruksikan Dinkes Dirikan Posko Kesehatan

Diselimuti Kabut Asap, Gubernur Riau Instruksikan Dinkes Dirikan Posko Kesehatan
Jembatan Tengku Latifah Agung di Kabupaten Siak yang diselimuti kabut asap.
Selasa, 10 September 2019 12:53 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Udara disejumlah darrah di Provinsi Riau mulai menunjukkan level tidak sehat dan berbahaya. Melihat kondisi ini, Gubernur Riau, Drs H Syamsuar MSi, telah menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Riau untuk mendirikan posko pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar asap.

"Saya sudah instruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Riau, untuk diteruskan ke kabupaten dan kota di Riau, untuk mendirikan posko pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang terpapar asap," kata Syamsuar kepada GoRiau.com, Selasa (10/9/2019).

Posko tersebut, dikatakan Syamsuar, berada di lokasi yang terjangkau oleh masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayanan berobat gratis. Posko ini nantinya, dapat melayani kesehatan mulai dari bayi, balita, ibu hamil, lansia dan juga remaja, serta dewasa.

"Saya juga sudah menginstruksikan agar tidak hanya dinas kesehatan, tapi seluruh stakeholder yang ada di Riau untuk mendirikan posko kesehatan, serta membagikan masker sebagai tindakan pencegahan awal agar masyarakat tidak terserang ispa (infeksi saluran pernafasan atas)," ungkap Syamsuar.

Tim kesehatan yang berada di posko kesehatan, ditegaskan Syamsuar, bisa bekerja untuk memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam kepada masyarakat. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah.

"Saya sudah mengeluarkan instruksi yang ditujukan kepada bupati dan walikota, untuk menghimbau masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah. Apabila di luar rumah wajib menggunakan masker. Termasuk meliburkan sekolah jika kondisi udara menunjukkan level tidak sehat dan berbahaya," jelas Syamsuar.

Berdasarkan informasi alat ISPU, kualitas udara pada pukul 11.00 WIB hari ini di Rumbai (Kota Pekanbaru) menunjukkan pada level 496 psi, artinya kualitas udara sudah masuk level berbahaya. Di Petapahan (Kabupaten Siak) kualitas udara pada level 470 psi, yang menunjukkan kualitas udara berbahaya. Sedangkan di Libo (Kabupaten Rokan Hilir), kualitas udara pada level 492 psi, menunjukkan udara yang dihirup berbahaya.

Sementara kualitas udara untuk daerah Duri Field pada level 107 psi, Duri Camp level 187 psi, Dumai level 126, dan Bangko pada level 164 psi, dimana pada keempat daerah tersebut kualitas udaa pada level tidak sehat. ***


wwwwww