Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Mendagri Beri Waktu Sepekan Pencairan Anggaran Pilkada di Papua
2
Berantas Mafia Sindikasi Penempatan PMI, Benny Rhamdani Minta Dukungan MPR dan Komisi IX DPR
Politik
22 jam yang lalu
Berantas Mafia Sindikasi Penempatan PMI, Benny Rhamdani Minta Dukungan MPR dan Komisi IX DPR
3
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
Politik
23 jam yang lalu
Fadel Muhammad Dukung Ekspor Benih Lobster untuk Sejahterakan Nelayan
4
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
MPR RI
22 jam yang lalu
Setjen MPR dan BSSN Teken MoU Perlindungan Informasi serta Transaksi Elektronik
5
Gus Jazil: Nasib Purna Pekerja Migran Tetap Perlu Diperhatikan dan Diberdayakan
MPR RI
22 jam yang lalu
Gus Jazil: Nasib Purna Pekerja Migran Tetap Perlu Diperhatikan dan Diberdayakan
6
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
DPR RI
23 jam yang lalu
Seriusnya DPR Dorong Kemerdekaan Palestina atas Israel
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jarak Pandang Terganggu akibat Asap, Travel Dumai Menuju Pekanbaru Lebih Waspada

Jarak Pandang Terganggu akibat Asap, Travel Dumai Menuju Pekanbaru Lebih Waspada
Langit kota Dumai masih memutih akibat asap kiriman yang menyelimuti kota yang berada di pesisir Provinsi Riau.
Selasa, 10 September 2019 22:04 WIB
Penulis: Muhammad Ridduwan
DUMAI - Asap kebakaran lahan yang melanda di Provinsi Riau tidak hanya mengganggu aktifitas penerbangan, pelaku angkutan darat juga dibuat lebih waspada akibat terganggunya jarak pandang.

Dikatakan Rudi pemilik angkutan sewa eksekutif Mutiara Travel jurusan Kota Dumai menuju Kota Pekanbaru, mengaku terganggu akibat kabut asap yang terjadi.

Dikatakannya, untuk menghidari terjadinya kecelekaan di jalan lintas Dumai Pekanbaru, seluruh pengemudi angkutannya telah diberitahu untuk dapat mengurangi kecepatan dan lebih waspada.

"Asap ini membuat jarak pandang dalam berkendara menjadi terganggu, meski belum begitu parah," kata Rudi kepada GoRiau.com, Selasa (10/9/2019).

Dijelaskannya, berkendara pada malam hari di saat kabut asap lebih mengganggu jarak pandang supir.

"Kita telah menginstruksikan kepada supir agar lebih mengutamakan keselematan dijalan raya untuk keselamatan penumpang dan juga pengguna lainnya," katanya kembali.

Selama kabut asap terjadi, Rudi mengaku belum menghentikan aktifitas angkutannya, dikarenakan jarak pandang dijalan lintas masih cukup aman sampai saat ini. ***


wwwwww