Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
Umum
23 jam yang lalu
43 Persen Serangan Siber Sasar UMKM, BSSN Beri Pedoman Proteksi
2
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
DPR RI
18 jam yang lalu
Ungkap Korupsi Dana Covid19, KPK: Hanya Persoalan Waktu bagi Kami
3
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
MPR RI
17 jam yang lalu
Klaster Baru Covid-19 di Gontor 2, Gus Jazil: Harusnya Rapid Test Santri Digaritaskan
4
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
Sepakbola
19 jam yang lalu
Timnas U 16 Indonesia Sudah Terbiasa Latihan dengan Protokol Kesehatan
5
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
Hukum
18 jam yang lalu
Kuasa Hukum Wahyu Setiawan Desak KPK Hadirkan Gubernur Papua Barat ke Persidangan
6
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Istana Nyatakan Pentingnya Digitalisasi Pers dan Penyiaran
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Jika Pasang, Penghuni Rumah Layak Huni di Rohil Cemas Air Laut Masuk Rumah

Jika Pasang, Penghuni Rumah Layak Huni di Rohil Cemas Air Laut Masuk Rumah
Kondisi RLH di Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
Selasa, 10 September 2019 22:47 WIB
Penulis: Yan Faisal
BAGANSIAPIAPI - Rasa bangga mendapatkan rumah bantuan berupa RHL (Rumah Layak Huni) dirasakan 50 kepala keluarga di Kepenghuluan Panipahan Darat, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir, Riau sejak beberapa bulan lalu. Apalagi rumah itu bisa ditempati dengan cuma-cuma.

''Namun rasa bangga itu berubah menjadi gusar saat air laut pasang (naik ) karena bercampur lumpur dan masuk menggenangi lantai rumah,'' ungkap Saleh (45), warga Panipahan kepada GoRiau, Selasa (10/9/2019).

''Kalau penghuninya tak berani berkomentar pak, takut di marahi, tapi sebagai warga dan tetangga, kadang miris juga melihat penghuninya bermain air di dalam rumah,'' ucap Saleh dan beberapa orang warga lainnya.

Rumah layak huni ini dibiayai APBN 2018 sebesar Rp5.775.191.000 dan dikerjakan PT Joglo Multi Ayu dengan konsultan pengawas PT Rina Jaya Sejati melalui proyek PPPKRSRK-JMA/SATKER.P-Riau/III/2018 masa kerja 180 hari. ''Melihat pondasinya rendah, masyarakat meminta agar pondasinya ditinggikan, tapi tak digubris,'' ucap warga kepada GoRiau.

Pantauan GoRiau rumah kopel permanen itu dibangun di lahan milik Pemkab Rohil dan dihuni keluarga kurang mampu di Kepenghuluan Panipahan Darat.

Dan menurut warga setempat, ada beberapa RLH yang dibangun dengan uang Pemda kini sudah roboh ke laut karena abrasi dan gelombang pasang. ***


wwwwww