Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
Lingkungan
15 jam yang lalu
Instiawati Ayus dan YIRA Kebut Perhutanan Sosial Riau
2
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
Hukum
7 jam yang lalu
Soal Isu Terduga Pemalsuan SNI, Pengusaha Kimin Tanoto Merasa Disudutkan Media
3
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
Pemerintahan
13 jam yang lalu
Rencananya, Angkatan Ke-IV Kartu Prakerja Dimulai Akhir Juli 2020
4
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
Ekonomi
12 jam yang lalu
Harga Emas Naik Seiring Dorongan Meredam Kejatuhan Ekonomi lantaran Pandemi
5
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
Ekonomi
12 jam yang lalu
Spekulasi Dampak Terburuk Pandemi Berakhir sempat Lemahkan Dolar
6
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Dunia Berubah, Presiden Minta Perwira Muda TNI-Polri Kuasai Teknologi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Kualitas Udara Buruk, Belum Ada Kebijakan Disdik Pelalawan Liburkan Sekolah

Kualitas Udara Buruk, Belum Ada Kebijakan Disdik Pelalawan Liburkan Sekolah
Kota Pangkalan Kerinci, Selasa (10/9/2019).
Selasa, 10 September 2019 13:02 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALAN KERINCI - Meski kualutas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan belum mengambil kebijakan untuk melibutkan sekolah.

"Belum, belum ada kebijakan untuk meliburkan sekolah. Tak ada," kata Kepala Disdik Pelalawan, M Djalal, dikonfirmasi GoRiau, Selasa (10/8/2019).

Berdasarakan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan indeks standar pencemaran udara (ISPU) di Pelalawan saat ini masuk dalam kategori tidak sehat.

"ISPU kita, masuk dalam kategori tidak sehat," sebut Kepala DLH Pelalawan, Syamsul Anwar.

Untuk itu, dirinya sudah mengimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktivitas diluar ruangan. Kalaupun diluar ruangan disarankan untuk menggunakan masker.

"Indeks standar pencemaran udara terdiri dari beberala kategori, yakitu normal, sedang, tidak sehat dan sangat tidak sehat," jelas Samsul Anwar. *


wwwwww