Loading...    
           

Sesak Nafas Sampai Pingsan Akibat Kabut Asap, Musyrifah di Abdurrab Islamic School Ini Dilarikan ke RS Eka Hospital Pekanbaru

Sesak Nafas Sampai Pingsan Akibat Kabut Asap, Musyrifah di Abdurrab Islamic School Ini Dilarikan ke RS Eka Hospital Pekanbaru
Penjaga asrama AIS yang diketahui sesak nafas hingga dilarikan ke rumah sakit.
Selasa, 10 September 2019 16:22 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi dan Asti Jasiana Nindy
PEKANBARU - Salahseorang musyrifah atau penjaga kamar asrama di Abdurrab Islamic Center (AIS), yang diketahui bernama Rizka dilarikan ke Rumah Sakit Eka Hospital Pekanbaru, Riau, karena sesak nafas, pada Selasa (10/9/2019) pagi.

"Belum sempat diperiksa bersama dokter, langsung dibawa ke rumah sakit. Sesak nafas," kata Dokter Mila yang ditemui di lokasi, Selasa (10/9/2019) siang.

Sementara itu, Pemilik Yayasan AIS, Susiana Tabrani dalam akun media sosialnya juga turut membagikan informasi, bahwa Rizka dirawat di Rumah Sakit Eka Hospital karena mengalami sesak nafas berat.

"Sesak nafas berat sampai pingsan karena kabut asap," tulisnya.

Sebelumnya, ketika diwawancarai secara langsung, Susiana juga menyampaikan, bahwa sekitar 80 persen dari 460 jumlah siswa tingkat SMP dan SMA di Abdurrab Islamic School diketahui terserang Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).

Pihaknya pun telah melakukan pemeriksaan ke seluruh siswa. Hasilnya ditemukan ada 80 persen anak terserang ISPA. Usai mengetahui hal ini, pihaknya mengambil langkah tegas dengan membawa tabung oksigen serta melakukan pemeriksaan untuk terapi pernapasan.

Menurutnya, ada delapan orang yang hari ini terserang ISPA cukup parah. Lalu, empat orang diantaranya telah dijemput oleh orangtuanya, satu orang dirawat di Rumah Sakit Eka Hospital dan tiga ditangani oleh tim medis yang ada di Klinik Abdurrab.

"Kalau yang sakit parah berjumlah delapan orang, namun sebanyak 80 persen anak sudah mengalami batuk, pilek dan muntah," kata Susiana di Pekanbaru, Selasa (10/9/2019) pagi.

Saat ini, kata Susi, pihaknya sudah menghubungi orangtua untuk menjemput anaknya dan mengambil langkah meliburkan siswa dikarenakan situasi udara di kota Pekanbaru tidak sehat.

"Untuk jangka waktu pemulangan saat ini belum dipastikan berapa lama, namun hari ini kita sudah meliburkan siswa dan pukul 16.30 WIB orangtua akan menjemput anaknya," tambahnya. ***


       
        Loading...    
           
wwwwww