SDN 13 Pulau Punjung Terbakar, Ruangan Kepala Sekolah dan Majelis Guru Ludes

SDN 13 Pulau Punjung Terbakar, Ruangan Kepala Sekolah dan Majelis Guru Ludes
Petugas dan warga berusaha memadamkan kebakaran di SDN 13 Pulau Punjung.
Rabu, 11 September 2019 00:16 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 13 Pulau Punjung, di Jorong Simpang Pogang, Nagari IV Koto Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa (10/09/2019) siang diamuk si jago merah.

Kebakaran terjadi setelah murid-murid telah pulang sekolaht. Akibatnya tiga ruangan ludes terbakar, termasuk ruangan kepala sekolah. Tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Salah seorang guru bernama Warsidi mengatakan, saat itu semua murid dan guru sudah pulang sekolah. "Tidak berapa lama setelah sampai di rumah, saya ditelpon salah seorang warga yang berada di sekitar sekolah. Dia bilang, 'Sekolah terbakar, Pak'. Mendapat kabar tersebut, saya langsung balik ke sekolah, ternyata ruangan kepala sekolah dan majelis guru yang terbakar," kata Warsidi.

Dalam ruangan guru tersebut ada ruangan yang menyimpan barang sekolah, seperti ijasah dan rapor siswa. Selain itu juga ada komputer dan laptop milik guru yang tinggal di ruangan tersebut.

"Selain itu, kostum olah raga dan alat-alat musik drumband bersama kostum drumband yang baru dibeli berapa bulan lalu ikut terbakar. Kalau kerugiaan, diperkirakan sekitar ratusan juta rupiah," ucapnya dengan nada sedih.

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir melalui Kapolsek Pulau Punjung Iptu Helmi SH ditemui di tempat kejadian mengatakan, ada dua ruangan yang terbakar, yaitu ruang kepala sekolah dan ruang tata usaha yang sekaligus ruangan majelis guru.

"Saat diketahui masyarakat, api sudah membesar dan kami juga melihat kepulan asap dari kejahuan saat sedang melakukan patroli di Pasar Pulau Punjung," katanya.

Dikatakan Kapolsek, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa karena saat terjadinya kebakaran tidak ada lagi murid dan guru di sekolah tersebut, karena semua sudah pulang sekolah.

Penyebab kebakaran, katanya, masih dalam penyelidikan. Namun untuk sementara diduga akibat konsleting listrik. "Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan dengan meminta keterangan ke pihak sekolah dan masyarakat sekitar.

"Kami mengimbau kepada masyarakat, apabila meninggalkan rumah, lihatlah posisi kompor apa sudah mati, cok listrik sudah dicabut atau belum. Kemudian kunci rumah untuk menjaga supaya tidak terjadi kebakaran atau kemalingan dan mari bersama-sama menjaga keamanan lingkungan kita," kata Kapolsek. (ep)


wwwwww