Loading...    
           

Lahan yang Terbakar di Riau Ada di 8 Kabupaten, Jarak Pandang Dibawah 1 Kilometer

Lahan yang Terbakar di Riau Ada di 8 Kabupaten, Jarak Pandang Dibawah 1 Kilometer
Ilustrasi. (int)
Kamis, 12 September 2019 19:52 WIB
PEKANBARU - Sebanyak 8 kabupaten di Riau mengalami kebakaran hutan dan lahan. Itu menyebabkan kabut asap yang pekat di sejumlah wilayah, jarak pandang juga jadi terbatas di bawah 1 kilometer. Paling parah terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu.

“Ada 8 daerah yang terjadi kebakaran lahan yaitu, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Siak, Kampar, Bengkalis, Pekanbaru, Rokan Hilir dan Rokan Hulu,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Riau Edwar Sanger kepada Goriau.com, Kamis (12/9/2019).

Edwar menjelaskan, kebakaran lahan yang masih terjadi sejak beberapa hari lalu hingga sekarang yaitu di Indragiri Hulu tepatnya di kaki bukit Taman Nasional Bukit Tigapuluh Desa Pauh Peranap, Kabupaten Inhu seluas 5 hektare.

“Kemudian lokasi yang baru terjadi kebakaran lahan di Inhu yakni di Desa Pasir Kelampaian Kecamatan 5 ha, dan paling parah di Desa Lambang Sari IV seluas 63 ha,” kata Edwar.

Edwar melanjutkan, di Indragiri Hilir lahan terbakar terjadi di Kelurahan Tempuling seluas 3 ha. Desa Teluk Kambung 3 ha, lahan PT Oskar Investama Desa Penjuru 4 ha, Desa Kota Baru Siberida, ada 2 ha.

“Sedangkan di Bengkalis, lahan terbakar tepatnya di Desa Tasik Tebing Serai Barat seluas 5 ha, Desa Bandar Jaya 2 ha. Desa Sri Tanjung 3 ha, Desa Bandar Jaya 3 ha. Sementara di Kabupaten Rokan Hulu, sebuah hamparan lahan seluas 27 hektare terbakar di Desa Pauh,” ucap Edwar.

Selain itu, di Rokan Hilir yang terjadi kebakaran lahan ada di beberapa titik. yaitu di Desa Kepenghuluan Sungai Sialang meluas 2 ha, api di sana belum padam sejak beberapa hari terkahir. Lalu di Kepenghuluan Labuhan Tangga Besar seluas 3 ha, Kepenghuluan Kota Paret seluas 2 ha.

“Di Pekanbaru, kebakaran lahan terjadi di Kelurahan Tangkerang seluas 0,25 ha, lalu di Kabupaten Siak tepatnya di Desa Dayun 0,5 ha, Kelurahan Perawang Barat 0,5 ha. Selanjutnya di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar meluas 3 ha,” ucap Edwar.

Rekapitulasi luas lahan terbakar yang berhasil dipadamkan Satgas karhutla seluas 6.711,86 ha. Paling luas di Bengkalis, mencapai 1.776,78 ha. Disusul Rokan Hilir 1.237,95 ha, Indragiri Hilir 882,35 ha, Siak seluas 794,9 ha, Kepulauan Meranti 349,7 ha, Indragiri Hulu 492,1 ha, Kota Dumai 329,25 ha, Pelalawan 344 ha, Kampar 249,78 ha, Pekanbaru 178,61 ha, Rokan Hulu 61,25 ha, dan terakhir Kuansing 15,1 ha.

Udara di Pekanbaru mulai menguning di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan akibat kabut asap kebakarakan hutan dan lahan. Jarak pandang juga sangat terbatas hanya 500 meter.

“Jarak pandang di Pelalawan hanya 500 meter hari ini, sedangkan di Rengat Indragiri Hulu 800 meter dan Pekanbaru 1 kilometer,” ujar Staf Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, Kamis (12/9/2019).

Sanya memastikan kabut asap itu bersumber dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Riau. Paling parah terjadi di Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu.

Sanya menjelaskan, titik panas di Riau 279 hari ini mencapai titik. Angka ini meningkat dibanding sehari sebelumnya yang berjumlah 258 titik.

“Dari jumlah itu, terdeteksi 177 di antaranya merupakan titik api dari kebakaran hutan dan lahan. Sebab, 177 titik tersebut memiliki level confidence di atas 70 persen,” jelasnya. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Peristiwa, Riau, Umum, GoNews Group

       
        Loading...    
           
wwwwww