Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
Peristiwa
13 jam yang lalu
Demo terkait Covid-19 di Jerman Memakan Korban
2
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Internasional
13 jam yang lalu
AS Borong 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19
3
Buntut dari Bertambahnya Jumlah Tenaga Medis RSUD AWS Positif Covid-19
Kesehatan
11 jam yang lalu
Buntut dari Bertambahnya Jumlah Tenaga Medis RSUD AWS Positif Covid-19
4
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
Hukum
12 jam yang lalu
Aturan MA, Korupsi di Atas Rp100 Miliar bisa Dipidana Seumur Hidup
5
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
GoNews Group
10 jam yang lalu
Heboh Daging Kurban Bergerak Sendiri, Begini Penjelasan Direktur Halal Research Center UGM
6
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Peristiwa
2 jam yang lalu
Bikin Video Prank Daging Kurban Isi Sampah, 2 Warga Palembang Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019

Menang di Makassar, Bambang: Mungkin PSM Anggap Enteng

Menang di Makassar, Bambang: Mungkin PSM Anggap Enteng
Kamis, 12 September 2019 21:54 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MAKASSAR - Klub PSIS Semarang mengalahkan PSM Makassar 1-0 dalam laga tunda pekan ke-11 Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019 di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (11/9/2019). Mahesa Jenar jadi tim pertama yang mengalahkan Juku Eja di markasnya.

Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah mengungkapkan kunci kemenangan timnya adalah bermain disiplin dan memahami tugas masing-masing.

"Sepakbola itu sederhana. Hanya tiga faktor utama yakni strategi, formasi atau posisi pemain dan kerja sama. Dalam sepak bola kuncinya ada di situ, itu yang saya tanamkan," kata Bambang.

Selain itu, Bambang meminta pemainnya menjaga keseimbangan antar lini, bermain lebih rapat agar tim lawan tidak leluasa memainkan bola.  

"Struktur, fungsi dan relasi atau hubungan antara pertahanan, gelandang dan penyerang. Kuncinya ada di lapangan tengah, itu saja. Dan itu dijalankan dengan baik," ungkap Bambang.

Terbukti, strategi itu membuat PSM Makassar sulit menemukan celah untuk masuk di garis pertahanan PSIS. Beberapa kali, Wiljan Pluim yang biasanya jadi penyuplai bola nampak kesulitan membuka ruang.

Sukses di Makassar merupakan lanjutan hasil positif setelah dua pekan menangani langsung PSIS sebagai pelatih pengganti. Sebelumnya, PSIS menahan Arema FC 1-1 di Malang (31/8/2019).

Di sisi lain, menurut Bambang, timnya diuntungkan oleh tuan rumah yang seolah meremehkan timnya yang berada di papan bawah klasemen. "Mungkin PSM menganggap enteng, kita kan klub papan bawah. Tapi anak-anak main semangat, mungkin PSM kaget," katanya. ***


wwwwww