Pesawat Cassa Bantuan Panglima TNI Lakukan Modifikasi Cuaca di Langit Riau

Pesawat Cassa Bantuan Panglima TNI Lakukan Modifikasi Cuaca di Langit Riau
Pesawat Cassa 312 Aviocar akan melakukan take of di landasan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru. (foto rizky ganda sitinjak)
Kamis, 12 September 2019 19:41 WIB
Penulis: Riski Ganda Sitinjak
PEKANBARU - Siang tadi, pesawat Cassa bantuan dari Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, melakukan modifikasi cuaca menggunakan metode Tecnologi Modifikasi Cuaca (TMC) di langit Riau.

Kadis Ops Pangkalan Udara (Lanud) TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kolonel Pnb Jajang Setiawan mengatakan, sedikitnya satu sorti (800 kilogram) garam ditebar setiap harinya, yang mana penebaran garam di atas awan tersebut diharapkan memicu turunnya hujan di beberapa wilayah Riau yang mengalami kebakaran dan dapat menghilangkan asap.

"Alhamdulillah kita saat ini sudah diberikan bantuan oleh Panglima TNI berupa pesawat Cassa 312 Aviocar sehingga siang ini bisa kita gunakan. Memang berkah menyambung langsung begitu pesawat datang langsung terdeteksi potensi awan hujan di daerah Bengkalis. Prediksi kami ini jika diridhoi Tuhan menjadi hujan, mudah-mudahan ini akan jatuh di teluk Meranti yang mana terjadi hotspot cukup besar disana," ujar Jajang kepada wartawan di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Kamis (12/9/2019) siang.

Selanjutnya Jajang menjelaskan, sebenarnya selain menggunakan metode penebaran garam di atas awan pihaknya juga menggunakan sistem penebaran flare. Flare merupakan teknologi canggih yang digunakan untuk membuat hujan buatan.

"Selain penebaran garam biasanya kita menggunakan tekhnologi Flare untuk membuat hujan buatan. Flare ini lebih efektif untuk membuat hujan buatan karena satu flare itu setara dengan empat ton garam, satu pesawat bisa membawa empat flare berarti ada 16 ton. Bisa dibayangkan ini 800 kilo saja sudah bisa menghasilkan awan hujan apalagi 16 ton," beber Jajang.

Namun saat ini pihaknya belum dapat menggunakan tekhnologi canggih tersebut untuk membuat hujan buatan karena pesawat yang biasa digunakan sedang menjalani maintenance.

"Ya mudah-mudahan cepat selesai dan bisa terbang kembali, dengan demikian kita dapat bawa kesini dan digunakan kembali untuk melaksanakan operasional," tutup Jajang.

Pantauan GoRiau di landasan Lanud Roesmin Nurjadin satu unit pesawat Cassa beserta tim siap lepas landas untuk melakukan penebaran garam.***


GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter untuk Tanam Ubi, Pria Berusia 69 Tahun di Pekanbaru Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Pemprov Riau Terima Bantuan Peralatan Pemadam Canggih Senilai Rp24 Miliar dari BNPB
GoNews Polda Riau Targetkan Bulan Depan 68 Kasus Karhutla Sudah Diserahkan ke Kejaksaan
GoNews Tidak Diperpanjang, Gubri: Status Siaga Darurat Karhutla Riau Dicabut mulai 31 Oktober Malam
GoNews Januari-Oktober, 9.713,80 Hektar Lahan di Riau Terbakar, Rohil Terparah
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Bekas Karhutla di Rimbo Panjang Kampar Kembali Munculkan Asap
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews 50 Ha Lahan di Inhu Kembali Terbakar
wwwwww