Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
13 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
14 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
11 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
14 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
14 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
13 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Ekonomi Kreatif untuk MPA di Riau Jadi Mandiri

Ekonomi Kreatif untuk MPA di Riau Jadi Mandiri
Anggota Masyarakat Peduli Api Kampung Rawa Mekar Jaya (Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau) saat berjibaku memadamkan api karhutla di Riau.
Minggu, 15 September 2019 11:46 WIB
Penulis: Friedrich Edward Lumy
PEKANBARU - Masyarakat Peduli Api (MPA) di Provinsi Riau, selalu dihadapi dengan kesulitan anggaran untuk membeli minyak mesin pemadam kebakaran saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi. Kondisi ini, selalu menjadi tantangan yang dihadapi seluruh anggota MPA di lapangan.

Tidak hanya itu saja, Setiono, Ketua MPA Kampung Rawa Mekar Jaya di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, mengungkapkan, solusi yang harus diberikan pemerintah daerah dengan menciptakan ekonomi kreatif bagi masyarakat peduli api di Riau, jadi lebih mandiri.

"Seperti yang kita lakukan dengan menciptakan objek wisata mangrove, pembibitan kayu alam dan tanaman mangrove, serta madu. Dimana hasilnya, digunakan untuk membiayai keperluan saat pemadaman api karhutla. Kami pun siap membantu pemerintah daerah dalam menciptakan ekonomi kreatif bagi MPA, seperti tenak atau tambak," ujar Setiono kepada GoRiau.com, Minggu (15/9/2019).

Banyak anggota masyarakat peduli api yang bubar dan silih berganti, dikatakan Setiono. Karena mereka tidak mendapatkan insentif atau gaji yang bisa mencukupi keluarga saat ditinggalkan untuk memadamkan api karhutla. Apalagi anggota MPA, lebih banyak petani dan nelayan, serta buruh.

"MPA juga bisa tidak hanya memadamkan api saja, tapi bagaimana melakukan konservasi terhadap hutan dan lahan yang terbakar. MPA siap membantu pemerintah, mengembalikan fungsi lahan yang terbakar melalui konservasi dan reboisasi," ungkap Setiono yang juga pegiat lingkungan yang mendapatkan penghargaan Kalpataru kategori Pembina Lingkungan dari Kementerian LHK tahun 2019.

Dirinya berharap, sumbangsi yang sudah dilakukan masyarakat peduli api dalam membantu pemerintah menanggulangi karhutla, mendapatkan apresiasi. Ia pun siap, sebagai percontohan bagi MPA lainnya, yang ingin belajar ekonomi kreatif untuk menopang kebutuhan atau anggaran MPA.

"Sejak terbentuk, kami siap menjadi garda terdepan dalam penanggulangan awal karhutla. Kami pun meminta masyarakat tidak saling menghujat, lihatlah, bagaimana satgas karhutla sudah berjuang memadamkan api," jelas Setiono. ***


wwwwww