Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Rapat Timwas Covid-19 DPR dengan BPK, Cak Imin Singgung Kewenangan Pemerintah tak Terkontrol
DPR RI
23 jam yang lalu
Rapat Timwas Covid-19 DPR dengan BPK, Cak Imin Singgung Kewenangan Pemerintah tak Terkontrol
2
Cucun: 'Gigitan' Timwas Covid-19 akan Lebih dari Timwas Century
Politik
22 jam yang lalu
Cucun: Gigitan Timwas Covid-19 akan Lebih dari Timwas Century
3
Bertambah 678, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Jadi 25.216 Orang
Kesehatan
24 jam yang lalu
Bertambah 678, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air Jadi 25.216 Orang
4
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
10 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
5
RSO Ikut Kecam Soal Logo Olimpiade Digabungkan Gambar Covid 19
Olahraga
20 jam yang lalu
RSO Ikut Kecam Soal Logo Olimpiade Digabungkan Gambar Covid 19
6
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
6 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Home  /  Berita  /  Lingkungan
Kabut Asap

Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas Diluar Rumah

Masyarakat Diminta Kurangi Aktivitas Diluar Rumah
Ilustrasi (Internet)
Minggu, 15 September 2019 17:36 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Pemerintah Kabupaten melalui Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Meranti gencar menghimbau dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan membakar lahan dan hutan termasuk sanksi yang akan dikenakan kepada para pelaku. Himbauan dilakukan secara berjenjang mulai dari aparatur kabupaten, kecamatan hingga desa termasuk pihak keamanan TNI/Polri.

"Kita juga menghimbau kepada seluruh camat, kades/lurah dan perangkat untuk terus melakukan sosialisasi ke masyarakat serta pemantauan secara berkala semua aktivitas yang berkaitan dengan pembakaran," ujar Kabag HumasPro Kepulauan Meranti Hery Saputra SH, Minggu (15/9/2019).

Tak hanya itu, kata Hery pemerintah daerah juga melibatkan para ulama melalui pengurus masjid dan rumah ibadah untuk menyampaikan tausiah kepada masyarakat terkait larangan membakar hutan dan lahan yang dapat memicu terjadinya kebakaran dan kabut asap. Kebakaran hutan dan lahan disamping menimbulkan kerugian materi juga menyebabkan kabut asap dan penyakit ISPA, serta terganggunya aktifitas masyarakat dan yang tak kalah penting pelaku pembakaran dapat dikenakan sanksi pidana denda/kurungan.

Lebih jauh disampaikan Hery Saputra, dirinya tidak menampik kalau udara di Meranti khususnya kota Selatpanjang mulai tidak sehat karena dipenuhi kabut asap. Namun, kabut asap yang ada saat ini bukan berasal dari kebakaran hutan yang terjadi diwilayah Kabupaten Kepulauan Meranti melainkan kabut asap kiriman dari Kabupaten tetangga seperti Pelalawan, Siak, Dumai dan Kabupaten lainnya.

"Kabut asap yang ada saat ini bukan berasal dari Meranti tetapi berasal dari Kabupaten tetangga kita," ujar Hery lagi.

Atas nama pemerintah kabupaten Kepulauan Meranti, Ia pun menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas diluar ruangan apalagi yang tak penting, andaipun harus keluar rumah disarankan untuk menggunakan masker agar dampak dari kabut asap seperti ISPA, mata merah, dan lainya tidak menimpa masyarakat. 

"Kepada masyarakat kami menghimbau untuk mengurangi aktifitas diluar ruangan jika terpaksa disarankan menggunakan masker," pungkasnya. (rls)


wwwwww