Semai 4.000 Kg Garam di Riau, BNPB Berharap Langit Kembali Biru dan Bebas Asap

Semai 4.000 Kg Garam di Riau, BNPB Berharap Langit Kembali Biru dan Bebas Asap
Kepala BNPB saat memberikan penjelasan ke jamaah salat Jumat di Palangkaraya. (dok. BNPB)
Sabtu, 21 September 2019 04:11 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PALANGKARAYA - Tim Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang berada di Provinsi Riau telah melaksanakan penyemaian garam sebanyak 4.000 kg di daerah Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kepulauan Meranti, Pelalawan, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan sekitar.

Berdasarkan laporan pandangan mata, petugas satuan darat yang berada di Kecamatan Bukit Kapur menginformasikan Kota Dumai hujan deras.

Sementara itu, usaha dari tim TMC Palangkaraya, Kalimantan Tengah menyemai area Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Sampit, Gunungmas, Barito, Katingan dan Kota Palangkaraya juga membuahkan hasil. Berbekal 2.400 Kg NaCl disebar di sepanjang lintasan penerbangan awan Cumulus dengan ketinggian awan mencapai 15.000 kaki.

Tim tersebut melaporkan hujan deras terpantau di Pulang Pisau, Bandara Tjilik Riwut dan Kota Palangkaraya.

Sejumlah 10.000 kg Kalsium Oksida (CaO) atau Kapur Tohor Aktif untuk operasi mengurangi kepekatan kabut asap di Kalimantan sudah datang di Palangkaraya. Sedang untuk Riau sebanyak 10.000 kg kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi.

Diharapkan dengan kombinasi operasi pengurangan kabut asap dengan kapur tohor aktif dan TMC, hujan diharapkan turun lebih mudah sehingga karhutla dapat padam dan langit kembali biru.

Saat berkunjung ke Kalimantan Tengah, Kepala BNPB Doni Monardo menyempatkan diri untuk melakukan salat bersama warga.

Tak hanya itu, Doni berkesempatan untuk menyampaikan pesan sebagai pendekatan humanis kepada masyarakat dengan memberikan tausiyah di Masjid Al-Amin Banturung, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat, (20/9/2019).

Pada kesempatan itu, Doni menyampaikan pesan kepada jamaah untuk bersama-sama menjaga hubungan dengan Tuhan, manusia dan alam. "Kita harus menjaga Hablum Minallah, Hablum Minannas dan Hablum Minal Alam," kata Doni.

Pesan tersebut sangat berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan Tengah. Dampak asap dari karhutla sangat merugikan untuk kesehatan masyarakat setempat, khususnya infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Setelah melakukan tausiyah, Kepala BNPB juga menyempatkan diri mengunjungi sebuah puskesmas yang merawat anak terpapar ISPA akibat dampak asap karhutla.

Berdasarkan data Pusat Penanggulangan Krisis (PPK), Kementerian Kesehatan, rekapitulasi data penyakit ISPA 2019 di beberapa provinsi sebagai berikut, Provinsi Riau pada periode Februari - September tercatat sejumlah 268.591 jiwa, sedangkan di Provinsi Jambi pada periode Juli - Agustus sejumlah 63.554.

Pada Provinsi Sumatera Selatan, jumlah terpapar ISPA periode Maret - September tercatat 291.807. Di Kalimantan Barat, periode Februari - September, data tercatat sejumlah 163.662, kemudian Kalimantan Tengah pada periode Mei - September sejumlah 36.419 dan Kalimantan Selatan pada periode Juni - Agustus sejumlah 60.993.

Sementara itu, sebelum melakukan salat Jumat siang tadi, Doni melakukan pantauan udara di atas langit Kalimantan. Dalam perjalanannya menggunakan helikopter dari Banjarmasin menuju Palangkaraya hari ini (20/9), Kepala BNPB melihat hutan dan lahan sengaja dibakar.

Doni kemudian membagikan foto-foto yang terkirim melalui pesan digital. "Bukti bahwa lahan yang terbakar atau dibakar akan menjadi kebun," tulis Doni dalam pesan Whatsapp.

Foto memperlihatkan pola teratur dan hanya kebakaran di luar daerah perkebunan, serta lahan juga dekat dengan perkebunan yang sudah ada.***


       
        Loading...    
           
wwwwww