Anak-anak Pekanbaru Ceria di Rumah Aman Asap

Anak-anak Pekanbaru Ceria di Rumah Aman Asap
Suasana di rumah aman asap.
Rabu, 25 September 2019 20:32 WIB
PEKANBARU - Rumah aman asap didirikan di sekitaran pemukiman penduduk di Jalan Cipta Karya Kualu Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru Riau. Anak-anak usia 3 ke atas memanfaatkan rumah tersebut untuk berlindung dari kabut asap.

Pantauan GoRiau.com, rumah itu awalnya adalah sebuah rumah tipe 36 yang disulap Bank Syariah Mandiri bersama nasabah dan Lembaga Amil Zakat Nasional, menjadi rumah aman asap. Fasilitas yang diberikan berupa layanan kesehatan dan mobile klinik.

“Tak ketinggalan juga kita sediakan makanan sehat dan bergizi bagi masyarakat Riau. Kami berupaya memberikan bantuan bagi masyarakat dengan menurunkan sejumlah relawan, serta 6 orang tenaga medis. Ini adalah bentuk keprihatinan kita terhadap anak yang berpotensi terdampak kabut asap,” ujar Corporate Secretary Mandiri Syariah, Ahmad Reza kepada GoRiau.com, di lokasi rumah aman asap, Rabu (25/9/2019).

Anak-anak terlihat bahagia ketika asap mulai berkurang akibat hujan yang mengguyur Kota pekanbaru selama dua ahri belakanga. Kabut asap masih berpotensi datang kembali karena BMKG Pekanbaru mendeteksi adanya kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah.

Seorang pria muda menyajikan hiburan cerita dongeng dan jenaka kepada anak-anak di teras rumah tersebut. Sesekali pria itu memanggil anak satu persatu untuk diberikan hadiah jika berhasil menjawab pertanyaan darinya.

Rumah aman asap itu dimodifikasi dengan kedap asap dan dilengkapi fasilitas air purifier (pemurni udara), oksigen, AC, dan tempat tidur. Rumah itu dapat menampung hingga 30 orang. Selain untuk anak-anak, rumah itu juga bisa dimanfaatkan ibu-ibu.

“Sekaligus sebagai pos pelayanan kesehatan, rumah ini terbuka untuk umum dengan prioritas bagi ibu hamil, bayi dan anak-anak, manula serta orang dalam kondisi lemah atau sakit. Semua obat-obatan lengkap disediakan,” kata Reza.

Di rumah aman asap, masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan berupa pemeriksaan oleh dokter dan bisa mendapatkan obat-obatan yang dibutuhkan, masker N95 dan berbagai multivitamin. Sampai saat ini Mandiri Syariah telah menyebar lebih dari 21 ribu masker N95 dan lebih dari 3000 paket multivitamin bagi masyarakat Riau.

“Kami miris dengan kondisi bencana ini karena dapat berdampak pada gangguan pernapasan seperti ISPA dan penyakit lainnya. Untuk itu, selain rumah aman asap, kami juga menyediakan mobile klinik lengkap dengan dokter dan perawat yang berkeliling memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat,” jelas Reza.

Region Head I Mandiri Syariah Ahmad Zainal menambahkan sebagai bentuk komitmen Mandiri Syariah dalam membantu pengurangan risiko bencana dan pemulihan kondisi kesehatan masyarakat Mandiri Syariah menerapkan standar pemberian makanan bergizi pada anak bayi dan balita.

“Dalam keadaan bencana, kita tentunya harus tetap memperhatikan asupan gizi ibu hamil, bayi dan anak. Hal ini juga dilakukan untuk mencegah stunting pada anak di wilayah terdampak bencana. Untuk itu kami memastikan penyediaan makanan sehat dan bergizi untuk anak-anak termasuk makanan tambahan pendamping ASI untuk bayi,” katanya.

Sementara itu Umi, salah satu nasabah Mandiri Syariah yang turut serta dalam program ini mengatakan dirinya sangat senang dan terharu. "Alhamdullilah, semoga program-program bantuan untuk umat yang melibatkan nasabah seperti ini akan terus dilakukan Mandiri Syariah dan menjadi berkah untuk semua," ujarnya.

Total nasabah Mandiri Syariah Area Pekanbaru mencapai lebih dari 330rb tersebar di 26 outlet area Pekanbaru. Hingga saat ini layanan nasabah di seluruh outlet dan 51 ATM area dan dalam Kota Pekanbaru berjalan dengan normal.

“Kami berterima kasih kepada stakeholders khususnya nasabah karena telah berkontribusi secara langsung dalam program ini. Kami berharap, semoga yang sedikit kami lakukan ini dapat membantu meringankan masyarakat Riau dan mendoakan semoga kondisi ini segera membaik,” tutup Reza. (gs1)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Pendidikan, Riau, Lingkungan, Umum, GoNews Group

GoNews Besok, Panglima TNI dan Kapolri akan Memonitoring Penanganan Karhutla di Riau
GoNews Meski Menuai Kecaman, JPU Tetap Tuntut Rp3 Miliar Petani yang Bakar Lahan Seluas 20x20 Meter untuk Tanam Ubi di Rumbai
GoNews JPU Sebut Tuntutan yang Dilayangkan Kepada Syarifudin Petani Pembakar Lahan Seluas 20x20 Meter Sudah Sesuai Undang-undang
GoNews Tragedi Hukum Tuntutan 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar untuk Pembakar Lahan 20x20 Meter, Kajati Harus Periksa Jaksa
GoNews Bakar Lahan 20x20 Meter, Syarifudin Dituntut 4 Tahun Penjara dan Denda Rp3 Miliar, Masyarakat Peduli Lingkungan Sebut Penegak Hukum Menyiksa Rakyat Kecil
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Polda Riau Tetapkan PT Teso Indah dan Asisten Kebun Sebagai Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
GoNews Polda Riau Tetapkan 70 Tersangka Karhutla, 3 Korporasi Disidik
GoNews Ikut Bakar Lahan, Polda Riau Tingkatkan Status PT TI ke Penyidikan, Jaksa Mengaku Belum Terima SPDP
GoNews Kabut Asap Kembali Selimuti Wilayah Kabupaten Kampar
GoNews Bakar Lahan di Riau, Berkas Perkara PT SSS Diserahkan ke Kejati Riau
GoNews Kabut Asap Tebal, Sekolah As Shofa Pekanbaru Liburkan Siswa
GoNews Polda Riau Beberkan Bukti PT SSS Sengaja Bakar Lahan, Diduga untuk Tanam Sawit
GoNews Kasus Karhutla, Polda Riau Tahan Pejabat Fungsional PT SSS
GoNews Kapolda Riau Ajak Seluruh Elemen Masyarakat Bergandengan Tangan Membangun Riau Lebih Baik
GoNews Tiba di Bumi Lancang Kuning, Kapolda Riau Berjanji Tuntaskan Karhutla Secara Profesional
GoNews Mahathir: Anda Bisa Salahkan Indonesia tapi Kebakaran Hutan dan Lahan Tetap akan Terjadi
GoNews Sejak Awal Tahun 2019 Polda Riau Tetapkan 64 Orang Tersangka Karhutla, Baru Satu yang P21
wwwwww