Ibu Hamil Terkena Peluru Nyasar di Kendari, Begini Kondisinya Sekarang

Ibu Hamil Terkena Peluru Nyasar di Kendari, Begini Kondisinya Sekarang
Ibu hamil di Kendari yang terkena peluru nyasar. (istimewa)
Sabtu, 28 September 2019 02:06 WIB
JAKARTA - Kerusuhan mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara kabarnya turut melukai warga sipil.

Seorang ibu hamil berinisial P, 23, dilaporkan mengalami luka tembak di bagian paha kanan saat tengah tidur di dalam rumah. Atas kejadian ini dia harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan medis.

"Info sementara benar, ada dugaan tersebut, seorang perempuan masyarakat Kota Kendari ada terkena dugaan tembakan," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol M Iqbal di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (27/9).

Iqbal menuturkan, lokasi rumah korban sendiri cukup jauh dari area unjuk rasa. Yakni sekitar 2-3 kilometer. Dugaan sementara, arah peluru berasal dari atas, sebelum menembuh paha korban.

Namun, belum bisa disimpulkan sumber proyektil tersebut. Penyidik perlu melakukan uji balistik. Sebab, tidak ditemukan sisa proyektil di dalam tubuh maupun di sekitar korban.

"Harus ada uji balistik. Karena dua korban itu masuk dan keluar tembakan tidak ditemukan proyektil," terang Iqbal.

Lebih lanjut, mantan Wakapolda Jawa Timur itu menyampaikan, guna menyelesaikan insiden di Kendari, sore ini jajaran Mabes Polri dipimpin langsung oleh Wakapolri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto akan bertolak ke Kendari. Tim ini akan melakukan penyelidikan mendalam kerusuhan yang berujung korban jiwa ini.

"Sedang berproses. Bapak Wakapolri akan membawa tim lebih lengkap. (Akan dilakukan) otopsi, uji balistik sedang berproses," pungkas Iqbal.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulawesi Tenggara, AKBP Harry Golden Hart mengatakan kondisi ibu hamil sudah pulang ke rumahnya. "Sudah dikeluarkan proyektilnya dan sudah kembali ke rumah," singkat dia.

Menurutnya, pihak kepolisian bingung mengapa peluru itu bisa menyasar ke kaki perempuan hamil itu. Apalagi, Putri saat kejadian sedang berada di rumah. "Korban terkena peluru pada saat tidur di rumah, di mana lokasi rumah dengan lokasi pengamaman kami berjarak 2 km," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:jawpos.com
Kategori:Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Pemerintahan, Hukum, Peristiwa, GoNews Group

       
        Loading...    
           
wwwwww