Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
Ekonomi
10 jam yang lalu
Lebaran Idul Fitri, Harga Ayam Potong di Pekanbaru Naik Rp30 Ribu Per Kilo
2
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
Politik
22 jam yang lalu
Rakyat Menjerit, Misharti Desak Jokowi Tarik Perpres 64/2020
3
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
Kesehatan
10 jam yang lalu
Tiga Kabupaten di Riau Klaim Sudah Bebas Covid-19
4
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Tak Punya SIKM Jangan Coba-coba Masuk Jakarta, Dipaksa Putar Balik
5
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
Politik
9 jam yang lalu
Panduan Covid-19 di Tempat Kerja, Saleh Daulay: Keputusan Menkes Basi
6
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Peristiwa
10 jam yang lalu
Arus Mudik 2020, Hingga H+2 Tercatat 465.000 Kendaraan Meninggalkan Jakarta
Home  /  Berita  /  Lingkungan
Hanya Miliki 7 Dokter Hewan

DKPTPP Kepulauan Meranti Tetap Optimalkan Pelayanan ke Peternak

DKPTPP Kepulauan Meranti Tetap Optimalkan Pelayanan ke Peternak
Kepala Bidang Peternakan DKPTPP Kepulauan Meranti Armizar Abdullah, saat ditemui wartawan.
Rabu, 09 Oktober 2019 15:09 WIB
Penulis: Gunawan
SELATPANJANG - Meski hanya memiliki 7 dokter hewan dan dibantu 3 paramedis yang bertugas, Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Peternakan (DKPTPP) Kabupaten Kepulauan Meranti tetap maksimalkan pelayanan ke peternak.

Kepala DKPTPP Kepulauan Meranti Idris Sudin, melalui Kepala Bidang Peternakan Armizar Abdullah, mengakui dengan jumlah tersebut sangat kurang dibandingkan dengan kebutuhan hewan ternak yang ada di Kepulauan Meranti mencapai ribuan ekor.

"Jumlah dokter hewan yang saat ini kita miliki berjumlah tujuh orang, lima dilapangan dan dua standby di Kantor, serta dibantu tiga paramedis. Jumlah tersebut sangat kurang, apalagi wilayah kita ini merupakan kepulauan. Jadi dari jumlah tersebut satu dokter hewan harus merangkap dua kecamatan," ungkap Armizar, Selasa (8/10/2019).

Seharusnya, kata Armizar, paling minimal itu di satu kecamatan memiliki satu dokter hewan. Kendati begitu, pihaknya tetap berusaha untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat khususnya para peternak yang ada di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Kita tetap optimalkan pada bidang pelayanan bagi peternak di Meranti apabila ada masalah dengan hewan ternaknya, entah itu sakit atau sebagainya," tuturnya.

Diakui Armizar Abdullah bahwa untuk penambahan dokter hewan di DKPTPP Kepulauan Meranti terus diusulakan, namun usulan tersebut sering berbenturan dengan anggaran yang ada. Akibatnya usulan penambahan dokter hewan sering dibatalkan.

"Tidak hanya penambahan pada dokter hewan saja, kita juga mengusulkan kendaran transportasi dan usulan penunjang lainnya untuk memudahkan para dokter saat berada di lapangan," pungkasnya.***


wwwwww