Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
20 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
21 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
3
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
20 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
4
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
20 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
5
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
Sepakbola
20 jam yang lalu
Pieter Huistra Akui Aspek Pertahananan PSS Perlu Perbaikan
6
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Sepakbola
20 jam yang lalu
Stjepan Fokus Laga Berikutnya, Nadeo Ucapkan Terima Kasih kepada Jakmania
Home  /  Berita  /  Lingkungan

BRG Lakukan Peninjauan Daerah Restorasi Lahan Gambut di Pulau Rupat

BRG Lakukan Peninjauan Daerah Restorasi Lahan Gambut di Pulau Rupat
Kamis, 10 Oktober 2019 09:44 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip
PEKANBARU - Badan Restorasi Gambut (BRG) melakukan kunjungan ke Pulau Rupat yang merupakan salah satu wilayah prioritas restorasi, sesuai dengan Surat Keputusan SK.16/BRG/KPTS/2018 tentang Penetapan Peta Indikatif Restorasi Gambut, Kamis, (10/10/2019).

Dalam kunjungannya, Kepala BRG Nazir Foead dan rombongannya, disambut oleh Bupati Bengkalis yang diwakilkan oleh Kepala Bapedda Bengkalis H Yuhelmi, Kepala Balitbang Bengkalis H Emri, Kepala Damkar Bengkalis Jamalludin, dan Kepala DLHK Bengkalis H Arman AA, serta Camat Rupat Selatan Khairul Nasri.

Adapun tiga agenda yang dilakukan BRG dalam kunjungannya hari ini, diantaranya peninjauan revitalisasi ekonomi budidaya nanas di Kelurahan di Kelurahan Pergam, kemudian peninjauan pembangunan PIPG sekat kanal dan penanaman tanaman kayu hutan di Kelurahan Terkul.

"BRG berkomitmen untuk mengintensifkan upaya restorasi gambut, terutama diwilayaj yang berdekatan dengan negara tetangga, seperti Rupat. Didaerah ini BRG melaksanakan ketiga program, yaitu rewetting, revegetation dan revitalization bersamaan untuk mempercepat upaya restorasi dari segala aspek di daerah ini," ujar Nazir dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala Bapedda Bengkalis yang mewakili Bupati Bengkalis, H Yuhelmi mengharapkan dengan kunjungan ini, permasalahan-permasalahan yang ada di lahan dan gambut Pulau Rupat, dapat segera dirumuskan untuk mempercepat pembangunan.

"Semoga permasalahan yang saat ini bisa dipecahkan dan dirumuskan dalam satu kebijakan, untuk mempercepat pembangunan di Bengkalis, karena Pulau Rupat memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Maka itu, kita pun mengharapkan dukungan dari Pemerintah baik di pusat maupun di Provinsi.

Lebih lanjut, Nazir menerangkan BRG telah menutup lahan gambut seluas 25 hektar lahan bekas terbakar yang berada di Pulau Rupat, dengan pola penanaman maksimal yang dilakukan secara swakelola oleh kelompok masyarakat setempat.

Tahun 2019 ini, BRG masih terus melakukan pembangunan infrastruktur pembasahan gambut dengan membangun sebanyak 76 unit sekat kanal di Rupat yang tersebar di Desa Pergam (21 unit), Desa Sri Tanjung (20 unit), Desa Sukarjo Mesim (11 unit), Desa Teluk Lecah (13 unit), dan Desa Terkul (11 unit).

Pembangunan sekat kanal tersebut dilakukan secara swakelola oleh kelompok masyarakat yakni Pokmas Binaan Khusus (di Desa Pergam), Pokmas Tanjung Permata Gambut (Desa Sri Tanjung), Pokmas KMPG Mastari Jaya (Desa Sukarjo Mesim), Pokmas Mulia Jaya (di Desa Teluk Lecah), Pokmas Harapan Baru (di Desa Terkul), Pokmas Mandiri (di Desa Pergam) dan Pokmas Tanjung Makmur (di Desa Sri Tanjung). ***

wwwwww