Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Jadi Korban Penusukan, Masa Lalu Wiranto dan Pelantikan Presiden Disorot Media Asing

Jadi Korban Penusukan, Masa Lalu Wiranto dan Pelantikan Presiden Disorot Media Asing
Wiranto. Dok Aljazera.
Kamis, 10 Oktober 2019 18:12 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, diserang dengan pisau di Pandeglang, Banten, pada Kamis (10/10/2019).

Pemberitaan media asing soal insiden ini, juga menyorot masa lalu Wiranto.

Dilansir dari Al Jazeera, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai menteri di tahun 2016. "Jenderal Wiranto, 72, sebelumnya dituduh melakukan kekejaman selama pendudukan Indonesia atas Timor Timur,".

Dia bertanggung jawab atas militer ketika tentara Indonesia dan paramiliter melakukan serangan mematikan setelah Timor Timur meminta kemerdekaan dari Indonesia pada tahun 1999.

Sekitar 100.000 orang diperkirakan telah tewas, terutama oleh pasukan Indonesia dan kuasanya, atau meninggal karena kelaparan dan penyakit selama pendudukan.

Wiranto termasuk di antara perwira senior lainnya yang didakwa oleh jaksa penuntut PBB atas pelanggaran HAM selama masa pendudukan 24 tahun.

Meskipun bukti yang dikumpulkan membuktikan perannya dalam pembunuhan tahun 1999, Wiranto membantah melakukan kesalahan dan tidak pernah menghadapi pengadilan atas kekejaman tersebut.

Sebagai menteri keamanan, Wiranto mengawasi lima kementerian termasuk asing, dalam negeri dan pertahanan.

Serangan terhadap Wiranto terjadi hanya beberapa hari sebelum pelantikan Presiden Joko Widodo untuk masa jabatan keduanya.

Pemberitaan Aljazeera tentu tak hanya soal masa lalu Wiranto. Kepala berita berjudul "Indonesia's security minister Wiranto hurt after stabbing attack" itu menyebutkan, "Pejabat rumah sakit mengatakan Wiranto menderita dua luka dalan, tapi kondisinya telah stabil,".***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic, Badminton
wwwwww