Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
Hukum
7 jam yang lalu
Pencurian Tiga Buah Tandan Sawit Berujung di Pengadilan, DPRD Riau Segera Panggil PTPN V
2
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
Hukum
8 jam yang lalu
Demokrat: Batalkan Proses Hukum Ibu Tiga Anak Pencuri 3 Tandan Buah Sawit, Kami Ganti 10 Tandan
3
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
Politik
6 jam yang lalu
Ini Tiga Masalah Dibalik Kebijakan New Normal Menurut Fadli Zon
4
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
Politik
11 jam yang lalu
Survei Indometer: 34 Nama Potensial ke Nasional, dari Riau Muncul Nama Instiawati Ayus
5
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
Hukum
3 jam yang lalu
Diduga Cabuli Pegawai Honorer, Anak Bupati Labuhanbatu Dipolisikan
6
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Politik
7 jam yang lalu
Misbakhun Yakin New Normal Akan Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Lawan Petinju Afrika Selatan, Daud dan Ongen Rebut Juara Dunia IBA

Lawan Petinju Afrika Selatan, Daud dan Ongen Rebut Juara Dunia IBA
Jum'at, 11 Oktober 2019 10:06 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Daud Yordan akan kembali merintis jalan menuju gelar juara dunia saat memperebutkan gelar juara dunia kelas ringan super versi International Boxing Association (IBA) pada pertarungan yang akan digelar di Batu Malang, Jawa Timur, pada 17 November 2019 mendatang.
 

Petinju asal Sukadana ini akan menghadapi Michael Mokoena dari Afrika Selatan, yang memiliki rekor bertanding 15 kali menang dan empat kali kalah.
 
Pada pertarungan yang bertajuk “Mahkota Boxing Sunday Vaganza” ini, Mahkota Promotion akan menampilkan dua partai perebutan juara dunia. Ongen Saknosiwi, yang baru saja merebut gelar juara kelas bulu versi WBC Asian Boxing Council Continental, September lalu, juga akan langsung diorbitkan menjadi juara dunia kelas bulu melalui jalur IBA untuk memperebutkan gelar yang lowong melawan petinju Filipina, Marco Demecillo.
 
Penata tanding internasional dari Mahkota Promotion, Urgyen Rinchen Sim, mengatakan Mokoena dan Demecillo akan menjadi lawan yang tangguh untuk Daud dan Ongen karena keduanya adalah petinju yang bagus.
 
“Demecillo bahkan memiliki peringkat yang lebih baik daripada Ongen. Tapi, kami yakin Ongen akan mampu mengatasi lawan. Bila menang, Daud akan mencetak sejarah karena menjadi petinju Indonesia pertama yang menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda, sementara Ongen menjadi petinju Indonesia yang menjadi juara dunia dengan rekor kurang dari 10 pertarungan,” ujar Sim.
 
Pemilihan IBA sebagai jalur menuju gelar juara dunia pun bukan tanpa alasan. Meski tidak terlalu terdengar gaungnya, IBA adalah salah satu badan tinju dunia yang cukup bergengsi. IBA pernah mencapai masa keemasan pada era 1990-an saat sejumlah nama besar tercatat sebagai juara dunia IBA, seperti Oscar de la Hoya, Joel Casamayor, George Foreman, Roy Jones, Jr., Arturo Gatti, dan Fernando Vargas.

 

Ongen

“Pamor IBA memang sempat meredup karena pergantian manajemen. Tapi sekarang mereka mulai kembali ke permukaan, terutama di Benua Amerika dan juga Eropa Timur. Saat ini, mereka bekerja sama dengan salah satu promotor terkenal, MTK Global, yang menaungi antara lain Tyson Fury dan Carl Frampton,” ucap Sim lagi.
 
Meski menjajal jalur IBA, Mahkota Promotion tetap menjaga hubungan baik dengan badan tinju lain, seperti WBC dan WBO, karena dalam pertarungan nanti Daud juga akan memperebutkan gelar juara versi WBO Oriental. Menurut Sim, hubungan baik dengan semua badan tinju dunia harus tetap dijaga untuk melihat peluang terbaik menuju gelar juara dunia. ***


wwwwww