Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
18 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
18 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Mahasiswa Nilai Ada Kesengajaan untuk Menghambat Pengesahan APBD-P Kuansing

Mahasiswa Nilai Ada Kesengajaan untuk Menghambat Pengesahan APBD-P Kuansing
Boy Nopri Yarke Alkaren saat FGD, Kamis (10/10/2019).
Jum'at, 11 Oktober 2019 10:03 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - APBD-P Kuantan Singingi (Kuansing), Riau tahun 2019 gagal disahkan. Tentu, kondisi tersebut merugikan masyarakat Kabupaten Kuansing.

Karena itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks) melaksanakan Forum Group Discussion (FGD), Kamis (10/10/2019) di Gedung Narosa.

Mereka menghadirkan Sekda Dianto Mampanini sebagai Ketua TAPD beserta Asisten I dan III, Ketua DPRD Kuansing Andi Putra serta praktisi ekonom Trian Zulhadi. FGD mengusung tema 'Kuansing tanpa APBD-P, APBD untuk siapa?'.

"Dari diskusi itu, terlihat ada ketidaksesuaian antara TAPD dan Ketua DPRD. Ketua DPRD menyatakan bahwa TAPD baru mengirim berkas pada 5 September," ujar Boy Nopri Yarke Alkaren, Presma Uniks, Jumat (11/10/2019).

"Ternyata, TAPD sudah menyampaikan berkas KUPA-PPAS pada 8 Agustus dan itu ada bukti tanda terima," tambah Boy Nopri.

Dikatakan Boy, FGD tersebut tidak ingin menghakimi siapa yang benar dan siapa yang salah atas gagalnya APBD-P 2019.

"Jadi, jika arsip yang diperlihatkan Sekda itu benar, maka berbanding terbalik dengan apa yang disampaikan Ketua DPRD. Artinya, ada unsur kesengajaan untuk menghambat pengesahan APBD-P," papar Boy Nopri.

Ke depan, mahasiswa Uniks berharap tidak ada lagi persoalan yang menghambat proses pengesahan APBD.

"Jangan karena ego, masyarakat yang jadi korban," pungkas Boy Nopri.***

Kategori:PON, Riau, Badminton
wwwwww