Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Ekonomi

IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah

IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
IHSG Sesi I Anjlok 2,6 Persen ke 5.142.
Kamis, 29 Oktober 2026 13:07 WIB

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 139,49 poin atau 2,64 persen ke level 5.142 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (29/10/2026). Padahal, indeks saham sempat mencatatkan tren positif saat dibuka pada level 5.305 pagi tadi. Pelemahan ini diwarnai oleh ratusan emiten yang tergelincir ke zona merah.

Ratusan Saham Melemah dan Nilai Transaksi

Sepanjang paruh pertama perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.320 sebelum berbalik arah ke titik terendah 5.135. Berdasarkan data bursa, tercatat sebanyak 623 saham mengalami koreksi. Sementara itu, hanya 95 saham yang berhasil menguat dan 245 saham lainnya terpantau stagnan.

Volume perdagangan di lantai bursa siang ini menembus 13,9 miliar lembar saham. Total nilai transaksi mencapai Rp5,8 triliun yang berasal dari 796 ribu kali frekuensi jual beli oleh investor.

Sektor Infrastruktur Tumbang, ALKA Pimpin Kenaikan

Penurunan IHSG sejalan dengan merosotnya seluruh indeks sektoral. Sektor infrastruktur mencatatkan rapor kinerja paling tertekan dengan pelemahan 3,78 persen, disusul bahan baku yang turun 3,56 persen. Sektor industri dan siklikal juga terkoreksi masing-masing sebesar 2,99 persen serta 2,75 persen.

Pelemahan turut melanda sektor energi sebesar 2,73 persen, non siklikal 2,04 persen, keuangan 1,75 persen, dan kesehatan 1,72 persen. Sektor properti melemah 1,54 persen, teknologi turun 1,40 persen, serta transportasi tergelincir 1,06 persen. 

Di tengah tekanan pasar, saham Alakasa Industrindo (ALKA) justru melesat dan memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 24,86 persen. Posisi ini diikuti Yanaprima Hastapersada (YPAS) yang naik 20,71 persen serta Perdana Bangun Pusaka (KONI) dengan penguatan 18,86 persen.

Sebaliknya, saham Idea Indonesia Akademi (IDEA) menjadi emiten dengan koreksi terdalam setelah turun 10 persen. Emiten lain yang bernasib serupa adalah Graha Prima Mentari (GRPM) dengan pelemahan 9,28 persen dan Agro Bahari Nusantara (UDNG) yang merosot 9,21 persen. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:okezone.com
Kategori:Ekonomi
wwwwww