Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
Peristiwa
13 jam yang lalu
Viral Ustaz Abdul Somad Dikawal TNI saat Ceramah di Lampung
2
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
MPR RI
11 jam yang lalu
Gus Jazil: Empat Pilar MPR Bukan Soal Pemahaman Tapi Praktik Sehari-hari
3
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
Kesehatan
11 jam yang lalu
Pengamat Bilang, Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila
4
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
Olahraga
7 jam yang lalu
Aep Pertahankan Gelar Dengan Kemenangan KO
5
PSS Hadapi Persik Kediri Jadi Laga Pembuka
Sepakbola
9 jam yang lalu
PSS Hadapi Persik Kediri Jadi Laga Pembuka
6
Nazaruddin Dek Gam Berharap Persiraja Berikan Yang Terbaik
Sepakbola
8 jam yang lalu
Nazaruddin Dek Gam Berharap Persiraja Berikan Yang Terbaik
Home  /  Berita  /  Sumatera Barat

Bertemu JICA, Terowongan Tol Pekanbaru - Padang Sepanjang 8,95 Km akan Dikerjakan Jepang

Bertemu JICA, Terowongan Tol Pekanbaru - Padang Sepanjang 8,95 Km akan Dikerjakan Jepang
Ilustrasi. (net)
Minggu, 13 Oktober 2019 01:11 WIB
PADANG - Tol Pekanbaru - Padang yang menghubungkan dua provinsi dipastikan tidak ada kendala baik untuk proses ganti rugi maupun pembangunan terowongan yang membutuhkan teknologi. Khusus untuk terowongan, diperkirakan akan dikerjakan oleh kontraktor Jepang.

''Baru-baru ini sudah dilaksanakan rapat rencana pembangunan terowongan dengan Badan Kerjasama Internasional JICA,'' jelas Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, Sabtu (12/10/2019)/

Terowongan akan dibangun di Kabupaten Limapuluh Kota sepanjang 8,95 Km. ''Ini akan menghubungkan Padang-Pekanbaru," jelas Nasrul Abit.

Nasrul Abit memastikan pengerjaan tol Padang-Pekanbaru lancar tanpa kendala. Ia berharap kerja sama dari berbagai pihak.

"Tidak ada kendala sekarang. Kita tunggu saja. Kemungkinan karena menunggu pelantikan Bapak Presiden, begitu pelantikan selesai ini semua akan berjalan lancar," sebut Nasrul Abit.

Terkait ganti rugi lahan, Nasrul Abit menyampaikan terus dilakukan dan sedang berproses. "Saya berharap semua masyarakat yang berada di sekitar tanah yang dibebaskan, mari sama-sama mempermudah pengerjaan tol," katanya.

"Saya juga sudah meminta kepada tim appraisal untuk menilai dengan harga yang wajar dan jangan merugikan masyarakat," sambungnya.

Disebut Nasrul Abit, selain pembebasan lahan masyarakat, lahan Padang Industrial Park (PIP) yang berada pada ruas 0 KM sampai KM 4,2 juga sedang dalam proses.

Padang Industrial Park (PIP) tidak terima dengan harga ganti rugi lahan yang terlalu rendah. Kendati demikian, PIP tidak menghalangi pengerjaan tol. "PIP proses gugatannya terhadap appraisal tetap berlanjut. Tapi proses pembangunan tetap jalan. Tidak ada masalah," tutur Nasrul Abit. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:padang.tribunnews.com
Kategori:Sumatera Barat, Pemerintahan, Umum

wwwwww