Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan 'Jasa' Prostitusi Hana Hanifah
Hukum
12 jam yang lalu
Diduga Berasal dari Pekanbaru, Siapa Gerangan Pria Pemesan Jasa Prostitusi Hana Hanifah
2
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
Ekonomi
6 jam yang lalu
BAZNAS Laporkan Pengelolaan Zakat Nasional di DPR
3
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
Peristiwa
11 jam yang lalu
Heboh Masuk Pantai Indah Kapuk Harus Pakai Paspor, Netizen: Apakah Sebagian RI Sudah Dijual ke Asing?
4
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
DPR RI
12 jam yang lalu
WNA Boleh Urus Keuangan dan Teknik di Lembaga Penyiaran, PPP Kritisi Omnibuslaw Ciptaker
5
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
Politik
11 jam yang lalu
Peluang Sandiaga Uno Nyapres Terbuka Jika Berani Menjauhi Prabowo
6
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Politik
12 jam yang lalu
Formappi Desak Anggota DPR Tak Malas Ngantor di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Tiap Tahun Danau Singkarak Tambah Luas, Ini Sebabnya Menurut Geolog

Tiap Tahun Danau Singkarak Tambah Luas, Ini Sebabnya Menurut Geolog
Danau Singkarak (foto: detikTravel)
Kamis, 24 Oktober 2019 20:15 WIB
PADANG - Luas Danau Singkarak yang terletak di Kabupaten Solok dan Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), setiap tahun bertambah karena proses alam. Warga di sekitar danau pun diminta tidak panik.

"Danau itu makin lama makin luas karena memang ada istilah geologi namanya lembah patahan, yakni danau yang terbentuk akibat patahan lempengan," kata Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Pengurus Daerah Sumatera Barat, Dian Hadiyansyah, saat melakukan FGD di Batusangkar, Sumbar, seperti dilansir detikcom mengutip Antara, Kamis (24/10/2019).

Ia mengatakan, dalam skala waktu geologi, pergerakan patahan tersebut terjadi dalam waktu yang lama, bisa mencapai puluhan, ribuan, bahkan jutaan tahun.

"Itu adalah proses geologi yang biasa karena terbentuknya dari patahan. Proses perubahan tersebut tidak cepat, dalam puluhan tahun bergerak hanya berapa sentimeter saja," katanya.

Kendati demikian, proses pergerakan tersebut hanya proses geologi biasa, dan tidak memberikan dampak negatif bagi warga yang bertempat tinggal di kawasan tersebut.

Terkait dengan pengembangan Danau Singkarak menjadi geopark nasional, secara geologi Danau Singkarak memiliki nilai warisan dan keanekaragaman yang bernilai tinggi yang tidak kalah dari geopark Danau Toba.

Diharapkan, dengan telah ditetapkannya Danau Toba sebagai geopark global oleh UNESCO, Danau Singkarak segera menyusul bersama Danau Dibawah dan Diatas. Sebab, kedua danau itu memiliki proses yang sama, yakni satu jalur patahan Sumatera.(rvk/asp/dtc)

Editor:arie rh
Sumber:detikcom
Kategori:GoNews Group, Umum, Lingkungan, Sumatera Barat

wwwwww