Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
Politik
12 jam yang lalu
Sultan Najamudin: Jangan Cuma Paket Pelatihan, Hentikan Program Kartu Prakerja
2
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
Sepakbola
15 jam yang lalu
Anggaran Peningkatan Prestasi Olahraga 2 Triiun
3
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
Sepakbola
15 jam yang lalu
Leicester City Lawan Crystal Palace, Sajikan Laga Ketat
4
Lawan Manchester United, Bournemouth Unggul di Bola Mati
Sepakbola
15 jam yang lalu
5
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
Sepakbola
14 jam yang lalu
Target Lolos Liga 1, Babel Muba United FC Terus Lengkapi PasukanĀ 
6
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Kesehatan
19 jam yang lalu
Salah Satu Kasus Covid-19 di Kampar Merupakan Dokter Puskesmas di Pekanbaru
Home  /  Berita  /  GoNews Group
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019

Gagal Revans, PS Sleman Petik Pelajaran Berharga

Gagal Revans, PS Sleman Petik Pelajaran Berharga
Minggu, 03 November 2019 13:01 WIB
Penulis: Azhari Nasution
SLEMAN - Dijamu oleh PSIS Semarang pada pekan ke-26 laga lanjutan Kompetisi Sepakbola Liga 1 2019 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, Sabtu (2/11/2019), PS Sleman mendapatkan hasil yang kurang bagus. Kekalahan 0-3 terpaksa diterima.

Kekalahan tersebut merupakan kedua kalinya bagi PS Sleman saat menghadapi PSIS Semarang. Pada putaran pertama, tim berjuluk Elang Jawa itu pun tidak berhasil menang dengan hasil akhir 1-3.

Hasil akhir pertandingan pun meleset dari target PS Sleman. Pasalnya, tim yang dinakhodai oleh Seto Nurdiyantoro itu ingin bisa meraih poin.

"Pertama, kami ucapkan selamat kepada PSIS Semarang yang berhasil memenangkan pertandingan. Kami ingin revans, tapi ternyata tidak berhasil. Ini menjadi pembelajaran yang berharga bagi kami," ucap Seto.

Meski gagal revans, Seto menganggap pertandingan antara PSIS Semarang dan PSS menarik. Permainan terbuka dan saling jual beli serangan terpampang pada laga tersebut. Namun, dewi fortuna belum berpihak pada tim dari Kota Gudeg itu.

Gagal menang di kandang, Seto tidak menyalahkan pemain. Melainkan lebih kepada evaluasi tim secara keseluruhan.

"Recovery pemain bisa dikatakan kurang. Karena setelah pulang dari Surabaya, kami hanya memiliki waktu tiga hari untuk mempersiapkan. Mungkin itu yang membuat performa pemain kurang baik," ujar pelatih berusia 45 tahun itu.

"Saya juga harus lebih memberikan penjelasan yang mendetail lagi supaya pemain bisa paham dan tidak miskomunikasi, Saya juga minta maaf kepada suporter karena kami kalah," tuturnya lagi. ***


wwwwww