Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO 'Boneka' China
Internasional
17 jam yang lalu
Umumkan Amerika Keluar dari Keanggotaan, Donald Trump Sebut WHO Boneka China
2
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
Internasional
17 jam yang lalu
Aksi Ricuh Demonstrasi Merebak di 30 Kota di Amerika
3
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
Peristiwa
17 jam yang lalu
Minta Polri Tidak Terlalu Parno, IPW: Segera Bebaskan Ruslan Buton
4
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong
Politik
18 jam yang lalu
Lawan Covid -19, Aziz Syamsudin Ajak Warga Budayakan Gotong Royong
5
Sekolah Kembali Dibuka, F-PKS: Jangan Terburu-buru
Politik
18 jam yang lalu
Sekolah Kembali Dibuka, F-PKS: Jangan Terburu-buru
6
HNW Desak Polisi Usut Aksi Teror ke Wartawan, Narasumber dan Panitia Diskusi UGM
Politik
18 jam yang lalu
HNW Desak Polisi Usut Aksi Teror ke Wartawan, Narasumber dan Panitia Diskusi UGM
Home  /  Berita  /  GoNews Group

PKS Minta Anggaran Publikasi DPRD Kota Pekanbaru Rp22 Miliar Ditinjau Ulang

PKS Minta Anggaran Publikasi DPRD Kota Pekanbaru Rp22 Miliar Ditinjau Ulang
Ilustrasi. (int)
Senin, 04 November 2019 19:38 WIB
Penulis: Winda Mayma Turnip

PEKANBARU - Anggaran publikasi senilai Rp22 miliar yang dialokasikan DPRD Kota Pekanbaru untuk mempromosikan kegiatannya, dianggap tidak wajar oleh sejumlah pihak.

Sekretaris Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Muhammad Isa Lahamid ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sendiri mempertanyakan tujuan yang hendak dicapai dari besaran anggaran tersebut.

"Informasi yang saya tahu sudah ada persetujuan dari Sekwan ya, dan dikatakan sudah sesuai dengan RKPD. Cumakan ada kawan yang mempertanyakan kewajaran anggaran itu, karena selama ini anggaran kita hanya sebesar Rp5 miliar atau Rp6 miliar, apa yang diharapkan dari kenaikan anggaran itu, kita belum tahu informasinya," ujar Isa, Senin, (4/11/2019).

Terkait hal itu, Isa meminta agar nilai anggaran Rp22 miliar ini kembali dilakukan peninjauan. Menurutnya, besarnya anggaran seharusnya sesuai dengan kejelasan seberapa besar output yang hendak dicapai.

"Kita berharap dilakukan peninjauan kembali. Karena dengan perubahan sebesar itu, outputnya apa, harus ada parameternya," ungkapnya.

"Jangan dengan anggaran Rp5 milyar kita mendapat output 10 misalnya, kemudian setelah menjadi Rp22 milyar hanya menjadi 11 outputnya. Jadi tolak ukurnya harus jelas, apa yang hendak dicapai," pungkasnya. ***


wwwwww