Pertamina: Ada Dua Faktor Sebabkan BBM Langka di Sumbar

Pertamina: Ada Dua Faktor Sebabkan BBM Langka di Sumbar
Suasana antrian di salah satu SPBU di Kota Padang, Rabu (13/11) akibat kelangkaan BBM jenis solar. (foto: Gatra.com/Wahyu Saputra/far)
Kamis, 14 November 2019 19:12 WIB
PADANG - Sejak dua pekan terakhir terjadi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama jenis solar dan premium di sejumlah SPBU di Sumatera Barat (Sumbar). Akibatnya, banyak masyarakat yang mengeluh karena berdampak pada ekonomi.

Menurut Area Sales Branch Manager Pertamina Padang, Arwin Nughara, seperti dikutip dari Gatra.com, setidaknya ada dua faktor penyebab kelangkaan BBM di Sumbar tersebut. Pertama, karena alokasi BBM solar untuk Sumbar pada 2019 lebih rendah 9 persen dibandingkan 2018.

Kemudian faktor kedua, banyak konsumen truk industri yang membeli solar subsidi. Padahal sudah dilarang menggunakan solar subsidi seperti yang telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. Akibat kenakalan konsumen truk industri tersebut, menyebabkan banyak yang tidak kebagian.

"Sumbar hanya mendapat jatah kuota BBM solar sebesar 392 ribu kiloliter. Sementara penyaluran hingga 31 Oktober 2019 over 12 persen. Jadi, memang dua faktor ini yang membuat solar langka," kata Arwin di Padang, Kamis (14/11/2019).

Mengatasi persoalan tersebut, Pertamina mengaku telah bertemu dan menggelar rapat bersama dengan Pemprov Sumbar pada Senin (12/11/2019) lalu. Salah satu solusinya adalah dengan menambah kuota BBM solar atau setidaknya sama dengan kuota tahun lalu.

Pertamina juga akan melakukan sosialisasi terkait hal tersebut. Pihaknya mengimbau pelanggan menggunakan solar sesuai kebutuhan. Penambahan kuota solar 10 persen juga akan dilakukan secepatnya dalam minggu ini. Dengan tujuan agar pasokan di Sumbar segera tercukupi.

Dari penjelasannya, penyaluran ke seluruh wilayah Sumbar dengan kenaikan 10 persen atau setara dengan 1.250 kiloliter per harinya. Penambahan itu akan terus dipantau dan dievaluasi agar kuota solar bisa mengembalikan keadaan seperti biasanya, sehingga bisa mengurai kemacetan.

"Mungkin akan kami samakan dengan penyaluran 2018 rata-rata hariannya. Semoga di lapangan tidak terjadi lagi kondisi seperti hari ini. Pelanggan jangan panik, dan belilah sesuai kebutuhan, nanti kami akan salurkan secara normal," ujarnya. (gtr)

Editor:arie rh
Sumber:Gatra.com
Kategori:Sumatera Barat, Ekonomi, GoNews Group

wwwwww