Jelang SEA Games Filipina 2019

Regi Rio Valdo, Rindunya Terobati

Regi Rio Valdo, Rindunya Terobati
Jum'at, 15 November 2019 20:40 WIB
Penulis: Azhari Nasution

REGI Rio Valdo merupakan atlet yang paling muda dalam Tim Layar Indonesia yang akan berlaga pada SEA Games XXX Filipina 2019. Wajar saja jika Regi yang lahir di Tarakan, Kalimantan Timur, 6 Juli 2006, masih rindu dengan kehadiran kedua orang tuanya.

Kerinduan pelajar kelas 1 SMP yang telah menjalani pelatnas selama empat bulan di Indonesia National Sailing Center (INSC), Pantai Marina Ancol, Jakarta Utara akhirnya terobati setelah ayahnya Sasmi Rais dan ibunya Susilowati datang untuk menghadiri acara pelepasan Tim Layar Indonesia, Jumat (14/11/2019).

"Ya, saya rindu sama ayah dan ibu yang sudah empat bulan tidak bertemu. Dan, saya memang sengaja memintanya untuk datang sebelum berangkat ke Filipina," kata peraih emas nomor Optimis Kejuaraan Nasional Layar babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020.

"Kami memang sengaja datang dari Tarakan untuk melihat dan mengantarnya untuk berangkat ke Filipina. Dia memang sangat manja karena anak yang paling kecil. Kakaknya juga atlet layar dan kini sudah kuliah di Universitas Mulawarman," ujar Susilowati sembari memeluk Regi Rio Valdo.

"Kami datang ke Jakarta untuk mengobati kerinduannya dan juga membawakan makanan kesukaan Regi Rio Valdo berupa ikan teri dan kerupuk khas Trakan. Di Filipina kan sulit makanan jadi dia bisa mengkonsumsinya," timpal Sasmi Rais.

Bagi Regi Rio Valdo ini memang pertama kali tampil pada SEA Games. Namun, ia pernah tampil di event internasional di Malaysia dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab pada tahun 2019. "Di Malaysia, saya menempati peringkat 10 dan di Abu Dhabi, saya berada di peringkat ke-45. Di Filipina, saya akan berusaha bisa menjadi yang terbaik," kata Regi Rio Valdo yang mulai latihan layar sejak duduk di kelas 4 Sekolah Dasar.

"Memang Valdo berada di peringkat 10 di Malaysia tetapi dia punya peluang untuk bisa merebut medali karena lawan-lawan seusianya berada di bawah peringkatnya," timpal pelatih Tim Layar Indonesia,, Kosim Noor Seha.

"Kemampuan Valdo membaca arah angin dan mengendalikan perahu layar sudah cukup bagus selama menjalani 4 bulan latihan di Jakarta. Tekniknya sudah kita lebih sempurnakan," tambahnya. ***


wwwwww