Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
23 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
2
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
20 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
3
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
4
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
18 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
5
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
6
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
16 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Home  /  Berita  /  Badminton

Istana Tunggu Naskah Akademik dari MPR soal Tiga Periode Jabatan Presiden

Istana Tunggu Naskah Akademik dari MPR soal Tiga Periode Jabatan Presiden
Foto: Kompas
Jum'at, 22 November 2019 17:12 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko mempersilakan MPR mengkaji sejumlah wacana termasuk perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode, yang muncul di tengah wacana amandemen UUD 1945.

"Mungkin nanti lebih ke bagaimana wacana akademik, setelah itu melalui round table discussion diperluas. Lalu akan mengerucut apakah pandangan itu pas atau tidak dan seterusnya," kata Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (23/11/2019).

Mantan Panglima TNI itu pun berharap tak muncul kegaduhan di tengah masyarakat hanya karena isu tersebut. Katanya, "itu kan baru wacana ya! Wacana boleh saja,".

"(Di, red) negara demokrasi, semua pandangan, pendapat, terwadahi ya! Itu baru suara-suara dari masyarakat," ujar Moeldoko sembari menegaskan, Istana belum menentukan sikap atas wacana tersebut.

Sebelumnya, usulan perubahan atas masa jabatan Presiden mengemuka dalam rencana amandemen terbatas UUD 1945. Ada yang mengusulkan perpanjangan menjadi delapan tahun per periode, ada pula yang minta diperpendek menjadi empat tahun tapi bisa dipilih sebanyak tiga kali, atau tak diperpanjang ataupun diperpendek tapi bisa menjabat sebanyak tiga periode.***

wwwwww