Dewan Perwakilan Daerah RI: Masa Depan Islam di Tangan Generasi Muda Muslim

Dewan Perwakilan Daerah RI: Masa Depan Islam di Tangan Generasi Muda Muslim
Sabtu, 23 November 2019 16:28 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPD RI, Sultan Baktiar Najamudin mengungkapkan bahwa masa depan Islam terletak di tangan generasi muda muslim saat ini. Hal itu pula yang menjadi alasan kehadiran dirinya dalam acara Indonesia Islamic Young Leaders Summit 2019 (IIYLS) 2019 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

“Konferensi ini sangat penting untuk membangun dan memberdayakan generasi muda muslim di masa depan. Saya hadir karena saya sadar bahwa generasi masa depan kita adalah mereka-mereka yang dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada saat ini," kata Sultan.

Dunia islam saat ini, kata Sultan, butuh banyak gagasan, ide dan juga pendapat, untuk menyelesaikan banyaknya persoalan global yang juga dirasakan/dialami oleh negara-negara/masyarakat muslim, "Dan generasi muda muslim adalah generasi terbaik,".

"Muslim memiliki potensi yang sangat besar untuk berhasil jika bekerja keras dalam pengembangan sumber daya manusia sehingga menjadi pribadi yang berkualitas tinggi dengan iman yang kuat sehingga membentuk jiwa kepemimpinan yang tangguh," kata Sultan.

Dalam konferensi yang bertemakan "Strengthening the role of muslim Youth to Consolidate the Ummah" tersebut, Sultan juga mengungkapkan bahwa membentuk generasi muda tidak hanya bagaimana meningkatkan kapasitas intelektual, tapi juga bagaimana meningkatkan spiritual termasuk bagaimana menciptakan pribadi yang tangguh dengan kestabilan emosi.

"Sejarah telah membuktikan banyaknya pemimpin muda muslim kelas dunia dengan hati yang kokoh, keyakinan kuat pada ideologi, jiwa yang berintegritas telah mewarnai peradaban manusia,” tegasnya.

Semua bisa dicapai jika kita serius dalam mengembangkan sumber daya manusia muslim kita dengan intellectual development, spiritual holiness, physical strength dan emotional well being. Kita harus membangun umat kita dengan pendidikan dan intelektual.

"Kapasitas intelektual harus ditingkatkan. Pembelajaran seumur hidup, pendidikan dan khususnya teknologi terbaru harus ditanamkan di generasi muda muslim,” kata dia.

Langkah untuk menerapkan system pendidikan kelas dunia di negara muslim, lanjut Sultan, adalah agenda yang palinng utama. Karena pendidikan mencerminkan tekad untuk mengangkat negara-negara muslim, terutama Indonesia, ke tingkat yang lebih tinggi menuju perbaikan umat.

Selain itu, bagaimana menjaga nilai-nilai ulluhiyah dan rububiyah, juga penting diupayakan optimal. Karena intelektual yang tinggi tanpa spiritual yang matang tidak akan ada artinya. Dengan Ulluhiyah dan rububiyah yang matang disertai dengan intelektual yang tinggi, kata Sultan, maka sumber daya manusia muslim akan menjadi generasi muda muslim yang berilmu dan tanggap terhadap teknologi dengan moralitas yang tinggi.

"Tak lupa, generasi muda muslim juga harus memiliki kesehatan yang prima dan juga tingkat emosional yang matang," ujarnya.

Secara keseluruhan, pungkas Sultan, ini sejalan dengan konsep moderasi yang diperintahkan oleh Islam. Ini adalah kunci menuju kelahiran generasi muda Muslim yang mampu mengadaptasi kebijaksanaan pikiran dan kesejahteraan emosional untuk semua pengejaran kehidupan.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Politik, DKI Jakarta

wwwwww