Adinda Yuanita

Pelopor Lahirnya EPO dan Equestrian Champions League

Pelopor Lahirnya EPO dan Equestrian Champions League
Minggu, 24 November 2019 22:55 WIB
Penulis: Azhari Nasution

NAMA Adinda Yuanita sudah tak asing lagi di olahraga berkuda. Wanta yang pernah menjadi Wakil Aziz Syamsuddin saat menjadi Chief de Mission SEA Games XXIX Malaysia 2017 ini tak mamp melupakan olahraga yang dikenalnya sejak usia delapan tahun.

Sebagai Presiden of Event, Adinda Yuanita mulai membangun prestasi olahraga Equestrian dengan membuat akademi dan menggelar event di Jakarta International Equestrian Park Pulomas (JIPP) sekaligus markasnya Equinara Horse Sport. Dengan menggandeng PT Pulo Mas Jaya, Aidnda Yuanita sukses menggelar Equinara Pulo Mas Open (EPO) I/2019.

Tidak tanggung-tanggung sebanyak 400 peserta dari 25 klub se-Indonesia ambil bagian dalam event yang berlangsung 22-24 November 2019. Event yang dijadikan ajang silaturahmi antar klub Equestrian di seluruh Indonesia ini mempertandingkan dua disiplin Equestrian yakni Dressage atau Tunggang Serasi dan Show Jumping (lompat rintangan) dengan berbagai kelas. Mulai dari junior dengan rata-rata usia 10 tahun hingga kelas senior.

EPO ini merupakan bentuk dari aktualisasi para riders yang selama ini teIah kerja keras latihan bersama atlet kuda tunggangannya. "Saya melihat animo masvarakat di olahraga Equestrian ini semakin baik, terbukti dari semakin banyaknya generasi muda yang masuk ke dunia olahraga Equestrian dan berlatih di berbagai klub di Tanah Air. Pertandingan ini kita buat sebagai ajang bagi mereka untuk beraktualisasi, menunjukkan bakatnya, dan menyalurkan energi kerja kerasnya selama latihan,” ujar Adinda Yuanita yang terpilih menjadi Pimpinan Konsorsium Equinara, Pengelola Fasilitas Olahraga Equestrian di JIEPP.

Keseriusan Yuanita Adinda dalam mengembangkan olahraga Equestrian di kalangan milenial Indonesia juga ditunjukkannya dengan mendirikan Equinara Academy Pulomas. "Equinara Academy Pulomas yang memiliki kurikulum pengajaran secara sistematis ini dibangun dalam upaya menarik lebih banyak kaum milenial yang berminat untuk belajar menunggang kuda dengan baik dan benar," ujarnya.

Yang lebih menarik lagi, Equinara Academy Pulomas akan melakukan kerja sama dengan salah satu akademi equestrian terbaik yang telah melahirkan rider kelas dunia di Jerman yakni Riesenbeck Longines World Equestrian Academy.

"Kerja sama ini akan dimulai dengan kedatangan Senior Coach dan Management Coaching Clinic dari Longines World Equestrian Academy yang akan digelar 8 hingga 15 Desember 2019. "Mereka akan memantau untuk dapat menyalurkan bakat para calon atlet olahraga Equestrian Indonesia," tandasnya.

Tidak puas hanya itu, Adinda Yuanita juga merencanakan akan menggelar Equestrian Champion League. "Equetrian Champion League ini bukan hanya menambah jam terbang atlet junior tetapi juga kuda-kuda junior. Dari sinilah kita harapkan akan lahir atlet-atlet dan kuda-kuda berkualitas yang mampu membawa nama harum bangsa dan negara di ajang multi event internasional," tandasnya.

Tampaknya keinginan Adinda Yuanita membangun prestasi mendapat sambutan Ketua Umum Pordasi DKI Jakarta, Robby Ferliansyah. Bukan hanya mengapresiasi EPO, Robby Ferliansyah menyebut kegiatan seperti ini harusnya sering dilakukan guna melahirkan bibit-bibit baru atlet equestrian di Tanah Air.

"Saya pikir animo masyarakat terhadap olahraga Equestrian semakin menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak Asian Games 2018. Dan, saya semakin optimis di masa depan akan banyak orang yang mau belajar menunggang kuda dan menjadi atlet equestrian untuk mewakili daerahnya atau mewakili Indonesia di kancah internasional," jelasnya.

Event Director of EPO 2019, Ferry Sutoyo juga mengungkapkan bukan hanya klub Equestrian Indonesia yang menyambut baik EPO. Tetapi, para rider dari Belanda dan Jerman yang menjadi peserta mengakui pertandingan EPO 2019 paling menarik di antara pertandingan Equestrian di tempat lain di Indonesia.

"Kita dapat apresiasi dari riders negara asing. Katanya, EPO 2019 paling bagus kegiatannya dimana benar-benar diperhatikan secara detail penyelenggaraan dengan memisahkan jalur manusia dan jalur kuda. Begitu juga dengan keberadaan groom-groom (pengurus kuda) yang profesional dan berpengalaman dan stewards di lapangan serta fasilitas di JIEPP yang sangat mendukung untuk penyelenggaraan kompetisi yang baik," ujar Ferry. ***


wwwwww