Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
21 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
21 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
21 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton
Auriela Kansha

Punya Mental Baja

Punya Mental Baja
Minggu, 24 November 2019 23:02 WIB
Penulis: Azhari Nasution

TAK ada yang menduga atlet junior Equestrian Auriela Kansha pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan Collabone kanannya patah. Namun, itu tak membuat gadis remaja kelahiran Jakarta, 5 Juli 2004 ini kapok.

"Ya, Collabone kanan memang sempat patah waktu event di Semarang tahun 2017. Tetapi, saya tidak pernah kapok. Itu kan resiko menekuni olahraga Equestrian," kata Aurlela Kansha yang didampingi ayahnya, Joko Purwanto saat ditemui di Jakarta Internasional Equestrian Park (JIEP) Pulo Mas, Jakarta Timur, Minggu (25/11/2019). 

"Anak saya itu kayaknya punya mental baja. Setahun setelah collabone kanannya sembuh, eh.. dia langsung kembali menjalani latihan lagi. Ya, kayaknya tidak ada kapoknya. Klotokan," timpal Joko Purwanto yang merupakan anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PPP.

"Lala itu mengenal olahraga berkuda sejak usia 3 tahun. Setiap mau makan. dia harus naik kuda dulu di Pulomas ini. Kayaknya sih, dia menyenangi olahraga penuh tantangan itu mengikuti jejak saya. Dulu, saya pernah menjadi juara Speed Rally Asia Pasifik tahun 1995 dan permah juga mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tangan tapi tetap saja tidak kapok," tambah Joko Purwanto sembari memperlihatkan lengan kirinya yang pernah patah.

Auriela Kansha yang akrab dipanggil Lala ini cukup berbakat. Dengan menunggang kuda bernama Gennie, Lela mampu bersaing di ajang Equinara Pulomas Open 2019 dengan menempati posisi kedua di Class Cs23 (Spesial Jump 100-110 Cm Junior).

"Saya sih sudah berusaha tampil maksimal tetapi memang Jovanka Nadya lebih baik. Makanya, ke depan, saya akan terus berlatih untuk bisa menjadi yang terbaik," katanya.

Ketika ditanyakan apa saja persiapan yang dilakukan sebelum tampil di Equinara Pulomas Open 2019, Lela menjawab, "Jaga stamima, latihan dan istirahat yang cukup. Itu saja," ***

wwwwww