Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
10 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
16 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Peristiwa
9 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
6
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
16 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Minta Pembebasan Mahasiswa, Pansus Papua Temui Mahfud MD

Minta Pembebasan Mahasiswa, Pansus Papua Temui Mahfud MD
Senin, 25 November 2019 15:13 WIB
JAKARTA - Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Daerah yang tergabung dalam Panitia Khusus Papua mendatangi kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (25/11/2019). Kedatangan tersebut salah satunya membahas tentang penahanan sejumlah mahasiswa asal Papua.

Ketua Pansus Papua Filep Wamafma mengatakan pihaknya memandang Menko Polhukam Mahfud MD perlu menyiapkan rancangan strategi dalam menyelesaikan masalah yang sesungguhnya.

Pansus Papua meminta agar aparat keamanan segera membebaskan para mahasiswa asal Papua yang tersebar di sejumlah wilayah. Mereka ditahan setelah diduga mendukung mahasiswa asal Papua yang mendapat tindakan rasisme di Surabaya.

"Jadi tadi kami sampaikan kepada Menko Polhukam untuk segera mungkin mengambil langkah cepat untuk membebaskan seluruh mahasiswa Papua," katanya di Kemenko Polhukam, Senin (25/11/2019).

Pembebasan itu perlu dilaksanakan segera karena mahasiswa asal Papua merupakan generasi yang perlu dibina dan perlu diselamatkan daripada aksi yang menurutnya politis. Dia meminta seluruh mahasiswa harus dibebaskan per 1 Desember 2019.

Dia belum mengetahui jumlah pasti mahasiswa asal Papua yang ditahan. Namun beberapa diantarannya yaitu enam orang di Jakarta, dan 13 orang di Kalimantan. Sisanya tersebar di Papua dan Papua Barat termasuk di Jayapura.

Pekan ini Pansus Papua akan berangkat menuju Papua pada 26 November. Sehari setelah itu, Pansus melakukan pertemuan dengan jajaran Pemda Papua. Setelah itu para senator juga akan berjumpa dengan dewan adat Papua, tokoh gereja hingga tokoh adat.

Di sisi lain, menurut Filep, Menko Mahfud akan mengambil keputusan secepatnya setelah putusan ini. "Kami tadi sampaikan bila perlu sebelum 1 Desember mahasiswa harus dibebaskan," ujarnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww