Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
21 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
14 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
3
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
21 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
22 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
15 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
6
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
23 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Airlangga Diminta Fokus dengan Tugas Menteri Ketimbang Berebut Posisi Ketum Golkar

Airlangga Diminta Fokus dengan Tugas Menteri Ketimbang Berebut Posisi Ketum Golkar
Rabu, 27 November 2019 15:36 WIB
JAKARTA - Airlangga Hartarto akan kembali bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum Golkar dalam Munas 3-6 Desember 2019. Saat ini, Airlangga juga tengah menjabat sebagai Menko Perekonomian di Kabinet Indonesia Maju.

Direktur Eksekutif Center Of Reform & Economics (CORE) Indonesia Mohamad Faisal menyarankan Airlangga untuk fokus menjalani tugas sebagai menteri alih-alih memikirkan peluang memperpanjang jabatannya selaku Ketua Umum Partai Golkar.

"Pak Airlangga harus fokus dengan tanggung jawab barunya sebagai Menko Perekonomian, karena begitu banyaknya permasalahan ekonomi Indonesia," Faisal kepada wartawan dilansir Antara, Rabu (27/11).

Menurut Faisal, masih banyak permasalahan yang belum dapat terpecahkan pada era terdahulu sehingga betul-betul membutuhkan perhatian khusus dari Airlangga. Fokus Airlangga diperlukan, lanjutnya, sebab banyak tantangan perekonomian yang harus dihadapi Indonesia ke depan.

Jangan Rangkap Jabatan

Agar fokus membenahi segala masalah perekonomian, Airlangga diminta menahan diri untuk tidak memegang jabatan rangkap di pemerintahan dan partai politik.

Faisal memprediksi, jika Airlangga tetap bersikukuh kembali menjabat sebagai ketua umum partai, bisa saja respons negatif akan datang dari pelaku usaha dan pasar.

"Saya khawatir tugas beliau dalam menangani permasalahan ekonomi sebagai Menko tidak akan bisa dijalankan secara maksimal," ucapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Politik, DKI Jakarta

wwwwww