Kaukus Berkarya Dorong Revitalisasi Partai Songsong Pemilu Mendatang

Kaukus Berkarya Dorong Revitalisasi Partai Songsong Pemilu Mendatang
Dok. Kaukus Berkarya.
Kamis, 28 November 2019 16:42 WIB
JAKARTA - Kaukus Berkarya mendorong agar dilakukan revitalisasi menyeluruh sesuai AD/ART Partai Berkarya sebagai upaya mempersiapkan partai untuk mengikuti agenda-agenda politik nasional, utamanya untuk memenangi kontestasi Pemilu 2024.

Meski tak berhasil menempatkan kadernya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Berkarya memiliki sekira 120 orang Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) se-indonesia yang dinilai Kaukus, bisa menjadi modal politik kontestasi Pemilu mendatang.

Demikian diungkap Badaruddin Andi Picunang, melalui rilis resmi Kaukus Berkarya yang baru saja menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Dorongan internal Partai Berkarya agar dilakukan revitalisasi menyeluruh itu, dinilai Kaukus sebagai dinamika positif menyusul berbagai persoalan, meliputi:

1) Bahwa pada pra, saat dan pasca khususnya terkait pelaksanaan Pemilu 2019, umumnya yang terkait dengan seluruh kegiatan pengurusan Partai, tidak ada bantuan anggaran dari DPP kepada struktur kepengurusan di bawahnya untuk operasionalisasi atau pemenangan Pemilu 2019, yang mengharuskan Pengurus di semua tingkatan di seluruh Indonesia untuk membiayai secara mandiri pengurusan dan pemenangan Partai pada Pemilu 2019.

2) Pengurusan Partai belum berjalan efektif dan produktif yang mengakibatkan mesin politik Partai tidak berjalan dengan baik, hal ini disebabkan karena tidak berjalannya atau minimal belum terjadinya hierarki komunikasi Partai yang baik sebagai bentuk koordinasi dan konsolidasi antar Pengurus di semua tingkatan.

3) Dewan Pimpinan Pusat sebagai badan struktural pelaksana atau eksekutif Partai di tingkat nasional yang bertanggung jawab atas kepengurusan Partai secara menyeluruh, tidak mampu menggerakkan mesin politik Partai secara optimal karena tidak berjalannya atau minimal belum terjadinya hierarki komunikasi Partai yang baik sebagai bentuk koordinasi dan konsolidasi antar Pengurus di semua tingkatan, tidak adanya rencana strategis, petunjuk teknis yang ditetapkan untuk pemenangan dan gugus kendali target yang terarah dan terukur serta tidak adanya kontribusi dan bantuan anggaran dari DPP untuk keperluan operasionalisasi dan pemenangan Partai pada kontestasi Pemilu tahun 2019, sehingga mengharuskan Pengurus di semua tingkatan di seluruh Indonesia membiayai secara mandiri pengurusan dan operasionalisasi Partai serta untuk pemenangan Partai pada Pemilu 2019.

4) Sewa kantor yang rata-rata habis masa sewanya, terdapat struktur kepengurusan di masing-masing tingkatan yang sudah tidak aktif akibat tidak adanya pembinaan dan konsolidasi yang terstruktur, tidak ada anggaran operasional.

5) Hancurnya semangat dan kepercayaan, khususnya Pengurus Partai sebagai akibat tata kelola dan pengurusan Partai yang buruk dan cenderung pembiaran.

FGD Kaukus Berkarya ini, kata Badaruddin, turut dihadiri oleh Guntar Bachroemsyah, Ahmad Goesra, yang sama-sama mewakili unsur DPP Berkarya sesama dirinya. Selain itu, turut hadir perwakilan unsur DPW dan DPD Partai Berkarya se-Indonesia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Politik, GoNews Group

wwwwww