Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
18 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
18 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
18 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
18 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
18 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
18 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton
SEA Games XXX Filipina 2019

Nethavani Jatuh, Triathlon Sumbang 2 Perunggu

Nethavani Jatuh, Triathlon Sumbang 2 Perunggu
Minggu, 01 Desember 2019 12:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution

SUBIC - Tim Triathlon Indonesia menyumbang dua medali perunggu pada hari pertama pertandingan Triathlon SEA Games XXX yang digelar di Subic Bay Boardwalk, Filipina, Minggu (1/12/2019). Kedua medali perunggu itu disumbangkan Muhammad Ahlul Firman dan Nethavanie.

Turun di nomor standar putra, Ahlul mencatat waktu total 1 jam 57 menit 10 detik. Catatan waktu atlet kelahiran 22 April 1997 ini lebih lambat dari catatan terbaiknya, yakni 1 jam 56,02 detik yang dicetak pada Asian Games 2018 lalu. 

"Catatan waktu saya memang lebih lambat karena persiapan hanya dilakukan 10 hari saja. Tadinya, kita tidak jadi berangkat tetapi muncul keajaiban jadi berangkat," kata Ahlul Firman yang ditemui usai lomba. 

Medali emas nomor ini direbut atlet Filipina John "Rambo" Chicano yang finis di tempat pertama menyelesaikan lomba dengan waktu satu jam, 53 menit dan 26 detik yang juga menjadi rekor baru SEA Games. Dan, rekan senegara Chicano, Kim Remolino, yang merupakan juara bertahan menyusul di tempat kedua dengan catatan waktu 1:55:03 detik.

Tidak mau kalah dengan Muhammad Ahlul, Nethavani  Octarina dengan perjuangan cukup keras akhirnya mampu meraih perunggu pada nomor standar putri.  Bukan hanya terkena penalti 15 detik karena melepas helm, tapi Octarina  yang mencatat waktu 2 jam, 16,33 detik ini juga sempat terjatuh dan mendapat bantuan oksigen.  

"Nethavani terkena penalti 15 detik karena sebelum sampai stand sepeda sudah melepas tali helm.  Dan, Nethavani terjatuh setelah finis karena memang suhunya lebih panas," kata pelatih kepala, Wahyudi Hidayat. 

Medali emas nomor standar putri juga direbut atlet tuan rumah Marion Kim Mangrobang  dengan catatan waktu 2 jam, 02,00 detik dan rekan senegaranya Kim Kilgroe dengan waktu 2 jam, 05,00 detik meraih perunggu.  ***

wwwwww