Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
8 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
2
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
8 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
5 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
9 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
5
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
6
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Kesehatan
8 jam yang lalu
Sherina Anggap Kalung Anti Corona Takhayul, Semoga Nyawa Tidak Melayang
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Wantimpres, Parpol atau Profesional?

Wantimpres, Parpol atau Profesional?
Dok. Kompas.com
Senin, 02 Desember 2019 11:20 WIB
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo menilai kursi Wantimpres layak diisi ketum partai koalisi karena punya basis massa sampai daerah.

"Saya setuju Wantimpres diisi Ketua Umum parpol koalisi seperti Surya Paloh, Oesman Sapta, Diaz Hendropriyono, Grace Natalie dan lainnya, karena memiliki basis massa sampai daerah jadi bisa tutut meneruskan program Presiden sampai masyarakat," kata Bambang Soesatyo kepada wartawan, Minggu (1/12/2019).

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Arsul Sani, mengingatkan adanya konsekuensi politik di internal Parpol ketika pimpinan atau pengurus harian menjabat Wantimpres. Meskipun, Arsul menegaskan, komposisi Wantimpres merupakan hak prerogatif Jokowi sebagai presiden.

"UU Wantimpres sendiri tidak melarang Ketum atau petinggi partai lainnya untuk menjadi Wantimpres, hanya siapa yang diangkat di situ harus mengundurkan diri dari posisi sebagai pimpinan atau pengurus harian partai dalam waktu 6 bulan," jelas Arsul Sani.

Beberapa hari lalu, usai menghadiri upacara peringatan Sumpah Pemuda di halaman Kantor Bupati Dharmasraya, Sumatera Barat, Kepala Staf Kepresidenan (Kasetpres) Moeldoko mengungkapkan, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) akan segera diumumkan dan akan lebih banyak diisi orang-orang profesional.

"Wantimpres akan kurang dari partai politik, tapi lebih kepada pengalaman dan profesional. Pengalaman biasanya yang akan ditunjuk itu adalah orang-orang yang berpengalaman dan memiliki wise," kata Moeldoko.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww