Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Negara Harus Lindungi PMI ABK, Jangan Pas Ada Kasus Baru Kelihatan Sibuk
2
'Gelora Kemerdekaan 2020' dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
Politik
11 jam yang lalu
Gelora Kemerdekaan 2020 dan Launching API GELORA di HUT RI ke-75
3
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
Politik
11 jam yang lalu
DPP PAN Tegaskan Muswil PAN Riau Digelar Akhir Agustus 2020
4
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
Politik
10 jam yang lalu
Kuatkan Hubungan Kerjasama Antar Negara saat Pandemi, Azis Syamsudin Temui Dubes Singapura
5
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
Politik
9 jam yang lalu
Bangun Ribuan Titik Jaringan Wi-Fi, Gus Jazil: Langkah Konkret GBB Membantu Pendidikan Masyarakat di Masa Pandemi
6
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Olahraga
24 jam yang lalu
Kehadiran BSANK Didukung PB/PP, Akademisi Hingga Presiden Astaf
Home  /  Berita  /  GoNews Group

4 Gebrakan Eks Bos Gojek di Pendidikan Indonesia, Baca!

4 Gebrakan Eks Bos Gojek di Pendidikan Indonesia, Baca!
Foto: Kemendikbud RI
Kamis, 12 Desember 2019 09:57 WIB
JAKARTA - Nadiem Makarim menggebrak sistem pendidikan di Indonesia dengan 4 perubahan, langsung di dua bulan pertamanya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Di Hotel Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (11/12/2019), Ia menyatakan bahwa perubahan memang bisa menimbulkan ketidaknyamanan, "Tetapi seperti yang kita tahu sudah waktunya Indonesia melompat ke depan bukan hanya melangkah,".

Perubahan pertama yang digagas Nadiem ialah penggantian Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN). USBN diganti dengan asesmen yang diselenggarakan oleh sekolah masing-masing. Ujian kompetensi bisa berupa portofolio hingga tugas kelompok maupun karya tulis.

Kedua, Nadiem mengubah format ujian nasional mulai 2021. UN diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter dengan materi terkait literasi, numerasi, dan karakter. Asesmen ini juga akan dilakukan di tengah jenjang sekolah yaitu kelas 4 SD, 8 SMP, dan 11 SMA. Salah satu alasannya adalah karena UN dinilai menjadi beban bagi siswa, guru, dan orang tua.

Hal ketiga yang diubah Nadiem yaitu soal Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Formatnya disederhanakan menjadi satu halaman saja.

Keempat, Nadiem melonggarkan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dia menaikkan kuota penerimaan siswa berprestasi dua kali lipat ketimbang kuota sebelumnya, dari yang tadinya 15% menjadi 30%.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Pemerintahan, Pendidikan, GoNews Group

wwwwww