Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
12 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
2
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
12 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
4 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
3 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
4 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
6
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
3 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Buntut Tewasnya Marlis, Senator Dapil Riau "Kejar" Dinas Ketenagakerjaan

Buntut Tewasnya Marlis, Senator Dapil Riau Kejar Dinas Ketenagakerjaan
Ilustrasi: Ist.
Kamis, 12 Desember 2019 19:38 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Pernyataan tegas disampaikan Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Riau, Intsiawati Ayus menyusul tewasnya Marlis, buruh PT Indah Kiat dalam insiden yang mengenaskan.

Kepada wartawan di Media Center DPD RI, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2019), Ayus menyatakan akan mengejar Bupati dan Dinas-Dinas Ketenagakerjaan di Riau.

"Tanggal 13 saya sudah mulai reses, saya kejar," ujarnya.

Dan tolong kasih catatan, tandas Ayus, "seluruh Disnaker di tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota di Riau, itu perlu TOT (Training of Trainer) lagi,".

Sehari sebelumnya, Ayus bahkan minta Dinas Tenaga Kerja melakukan audit total terhadap manajemen proses produksi pada PT Indah Kiat tempat Marlis bekerja.

"Jika hasil audit menemukan kejanggalan dalam aspek K3 dan SOP, sebaiknya pabrik dihentikan lebih dahulu," katanya, meminta perusahaan melakukan perbaikan total dalam aspek K3 dan SOP sebelum dioperasikan kembali.

Sementara itu, Humas PT Indah Kiat menyatakan pada GoNews.co, Kamis (12/12/2019), bahwa PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) telah menerapkan Sistem manajemen K3 atau Occupational Health and Safety Management System (OHSMS) yang selalu mengutamakan pengembangan dan peningkatan pemahaman (awareness) mengenai potensi bahaya dan risiko di areal kerja kepada seluruh karyawan.

"Seluruh pekerja telah dibekali kemampuan, pengetahuan dan peralatan keselamatan yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional," katanya.

Sesi training, juga dilakukan secara berkala, termasuk di dalamnya pengecekan/inspeksi secara berkala terhadap mesin-mesin dan perlengkapan safety, yang selalu dipastikan sesuai spesifikasi dan ketentuan yang berlaku.

"Kami telah bekerja sama dengan pihak berwenang untuk mengambil langkah-langkah yang dibutuhkan untuk mencegah insiden serupa terjadi lagi di masa depan. Bekerjasama dengan pihak kepolisian, Kami sedang mengidentifikasi penyebab insiden tersebut," demikian kutipan pernyataan resmi PT Indah Kiat yang juga menyatakan turut membantu keluarga korban untuk melalui masa-masa sulit ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, telah terjadi kecelakaan kerja di pabrik PT IKPP, di Perawang, Riau pada Senin (9/12/2019).

Korban, Marlis, adalah operator mesin penggiling kayu PT Indah Kiat yang saat itu sedang menjalani tugas malam di lokasi kerja.

Pada pukul 23.00, korban memulai tugasnya seperti biasa, hingga pada Selasa pukul 02.00 pagi rekan-rekan kerjanya tidak dapat menghubungi Marlis. Baru sekitar pukul 02.30 WIB ditemukan jenazah Marlis di TKP.

Jenazah Marlis, telah dikebumikan di KM8 Perawang, Riau pada Selasa (10/12/2019).

Pernyataan perusahaan yang menggunakan diksi "jenazah" juga sempat disoal oleh Ayus. Katanya, "Kalau ketemu jasad (jenazah), berarti itu utuh. Tapi kan tidak utuh lagi,".

Mengutip pemberitaan GoRiau.com Terkait fakta tewasnya Marlis, bahwa telah "ditemukan serpihan helmnya, kemudian di tumpukan kayu ada percikan-percikan daging manusia,". Saat petugas melakukan evakuasi, "kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan hancur tak berbentuk atau menjadi potongan-potongan kecil,".

Dan hingga GoNews.co merilis berita hari ini, pihak Polsek setempat belum menyampaikan perkembangan terkait sebab tewasnya Marlis.***


wwwwww