Wakil Ketua MPR: Kerjasama Indonesia-Australia Harus Tetap Dijaga dan Ditingkatkan

Wakil Ketua MPR: Kerjasama Indonesia-Australia Harus Tetap Dijaga dan Ditingkatkan
Kamis, 12 Desember 2019 18:02 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kedatangan Minister Konselor Bidang Politik dan Komunikasi Strategis Kedutaan Besar Australia di Indonesia, Dave Peebles, yang didampingi Amy Keough disambut dengan ramah oleh Wakil Ketua MPR Syarief Hasan.

"Selamat datang, selamat datang," ujar Syarief Hasan sambil menjabat tangan Dave; Ruang Kerja, Lt.9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, 12 Desember 2019.

Kedatangan Dave dan Amy untuk berdiskusi mengenai berbagai hal yang terjadi di Indonesia terutama masalah keparlemenan dan politik serta peningkatan hubungan kedua negara. Syarief Hasan mengatakan, Indonesia memiliki tiga lembaga keparlemenan, yakni MPR, DPR, dan DPD. Masing-masing mempunyai fungsi tersendiri.

"Anggota MPR merupakan gabungan dari anggota DPD dan DPR," ujar Syarief Hasan yang saat itu didampingi oleh dua staf khususnya, Jafar Hafsah dan Andi Nurpati.

DPD kata Dia, merupakan representasi daerah sedang DPR merupakan representasi dari partai politik. Lembaga yang sekarang dipimpinnya, menurutnya saat ini gencar melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR dan menyerap aspirasi terkait dengan adanya wacana menghidupkan kembali haluan negara ala GBHN.

Dalam kesempatan tersebut, Syarief Hasan memaparkan soal dinamika partai politik yang ada di Indonesia. Pada Pemilu 2019, ada 15 partai politik nasional yang berkontestasi namun setelah Pemilu dilaksanakan hanya 9 partai politik yang lolos ambang batas atau parlement threshold. Sembilan partai itu adalah PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, PKB, Demokrat, PKS, PAN, dan PPP.

"Semua kekuatan partai politik dan Kelompok DPD, ada di pimpinan MPR", tuturnya.

Terkait kerja sama kedua negara, dirinya mengatakan, perlu meningkatkan kerja sama antara Parlemen Indonesia dengan Parlemen Australia. Tak hanya itu, hubungan kedua negara yang sudah bagus perlu dijaga keharmonisannya. Meski selalu ada isu-isu yang muncul namun hubungan yang ada tetap perlu dijaga. Bagi Syarief Hasan, banyak hal yang bisa dikerjasamakan antara kedua negara.

"Ada banyak bidang. Kalau ada yang tidak menguntungkan perlu diperbaiki," pungkasnya.***


wwwwww