Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
7 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
2
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
Peristiwa
14 jam yang lalu
Dicekoki Miras oleh Pelacur Langganannya, PNS Kehilangan Mobil Usai Kencan
3
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
Umum
14 jam yang lalu
Toyota Recall 5.965 Unit Mobil karena Kehilangan Tenaga Saat Dikendarai
4
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
Peristiwa
15 jam yang lalu
Siswi SMP di Batang Anai Kritis Ditikam Begal, Pelaku Ditembak Polisi
5
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
2 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
6
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Peristiwa
9 jam yang lalu
Sekelompok Orang Serang Peserta Doa Pernikahan di Kediaman Assegaf bin Jufri, 3 Warga Terluka
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tergelincir di Jembatan Bambu, Seorang Balita Tewas Terseret Banjir di Solok Selatan

Tergelincir di Jembatan Bambu, Seorang Balita Tewas Terseret Banjir di Solok Selatan
Banjir di Solok Selatan, Sumatera Barat. (foto: GATRA.com/Nella Marni)
Jum'at, 13 Desember 2019 20:43 WIB
PADANG- Derasnya arus sungai akibat hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) pada Jumat dini hari (13/12/2019) memakan korban jiwa. Seorang balita hanyut terbawa arus sungai saat menyeberangi jembatan bambu.
 

Dikutip dari Gatra.com, balita malang yang masih berusia empat tahun itu tergelincir karena licinnya jembatan bambu sehabis hujan deras mengguyur 'Nagari Saribu Rumah Gadang' semalam suntuk.

Meskipun warga berbondong-bondong datang menolong, namun nyawa korban tidak bisa diselamatkan, dan ia akhirnya menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan menuju rumah sakit setempat.

"Hujan lebat mengakibatkan debit sungai menjadi besar. Akibatnya korban langsung hanyut. Korban dapat diselamatkan setelah 50 meter dari lokasi jatuh," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Solok Selatan, Rusdi Harmen saat dihubungi Gatra dari Padang, Jumat (13/12/2019).

Harmen mengatakan, tingginya intensitas hujan menghanyutkan sembilan rumah yang berada di pinggir sungai akibat luapan sungai. Selain itu, sekitar 1.000 unit rumah terdampak dengan ketinggian air masuk rumah dari 50-120 centimeter. Sedangkan jumlah korban jiwa yang terdampak sekitar 7.000 jiwa.

Belum selesai masa tanggap darurat kedua yang ditetapkan pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat (Sumbar), banjir bandang kembali menghantam 'Nagari Seribu Rumah Gadang' pada Jumat pagi (13/12). Tiga kecamatan yang dihantam banjir bandang di Nagari Saribu Rumah Gadang diantaranya Koto Parik Gadang Diateh, Sungai Pagu dan Pauh Duo.

Saat ini, korban banjir sudah melakukan evakuasi mandiri menuju daerah yang lebih tinggi dibantu oleh BPBD Solok Selatan. "Untuk jumlah korban terdampak hingga saat ini masih dalam pendataan pihaknya," katanya.

Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau memprakirakan beberapa hari ke depan sejumlah daerah di provinsi Sumbar masih diguyur hujan dengan intesitas sedang hingga lebat.

"Desember merupakan puncak hujan di Sumbar. Kamis mengimbau masyarakat agar mewaspadai bencana hidrologi serta mengurangi kegiatan di luar rumah," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha. (gtr)

 

Editor:arie rh
Sumber:Gatra.com
Kategori:Sumatera Barat, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww