Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
Internasional
12 jam yang lalu
Ledakan di Lebanon Sebuah Serangan di Tengah Sulitnya Ekonomi?
2
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
Ekonomi
12 jam yang lalu
Indonesia Terbilang Masuk Resesi Ekonomi karena...
3
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
Kesehatan
4 jam yang lalu
Tak Pernah Keluar Rumah Tapi Dinyatakan Positif Corona, Ibu Hamil Menangis Histeris
4
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
MPR RI
4 jam yang lalu
Penderita Corona, Penjaga Makam, Security dan Kaum Duafa Dapat Daging Qurban
5
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
Umum
4 jam yang lalu
ISYF Kampanyekan Gerakan Milenial Bermasker Cegah Covid-19
6
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Tahan Impor, Partai Gelora Indonesia: Perlu Ada Kemandirian
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ditelpon, Tak Diangkat, Anak Temukan Ayah Tewas Tergantung Dalam Ruko

Ditelpon, Tak Diangkat, Anak Temukan Ayah Tewas Tergantung Dalam Ruko
Mayat korban dibawa ke Puskesmas.
Minggu, 15 Desember 2019 21:27 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Warga Jorong Sungai Lukik, Nagari Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) gempar. Seorang pria bernama Anton Pangilan (49 tahun) ditemukan tewas tergantung di dalam ruko miliknya, Sabtu malam (14/12/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir SIK MH melalui Kapolsek Koto Baru Iptu Nafris SH kepada awak media, Ahad (15/12/2019) mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui anaknya bernama Fadil (21 tahun).

Awalnya Fadil menelpon sang ayah yang berada di dalam ruko yang terkunci dari dalam. Beberapa kali ditelpon, tidak diangkat. Kemudian Fadil langsung menuju ke belakang ruko dan memanjat dinding bagian belakang untuk masuk ke dalam.

Sampai di dalam ruko, sang anak histeris melihat ayah sudah tergantung dengan leher terikat tali. Selanjutnya anak korban membuka pintu depan sambil berteriak minta tolong kepada warga.

"Kami yang mendapat informasi tersebut langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Kemudian mayat korban dibawa ke Puskesmas. Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani keluarga dan diketahui wali nagari. Mayat korban telah diserahkan kepada kelurga untuk dikebumikan," ucap Kapolsek Koto Baru Iptu Nafris SH.(ep)


wwwwww