Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
Politik
23 jam yang lalu
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
2
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
Kesehatan
20 jam yang lalu
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
3
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
Politik
9 jam yang lalu
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
4
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
5
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Umum
9 jam yang lalu
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
6
Firman Usulkan RUU HIP Tak Masuk Prolegnas 2021
Politik
11 jam yang lalu
Firman Usulkan RUU HIP Tak Masuk Prolegnas 2021
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ditelpon, Tak Diangkat, Anak Temukan Ayah Tewas Tergantung Dalam Ruko

Ditelpon, Tak Diangkat, Anak Temukan Ayah Tewas Tergantung Dalam Ruko
Mayat korban dibawa ke Puskesmas.
Minggu, 15 Desember 2019 21:27 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Warga Jorong Sungai Lukik, Nagari Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) gempar. Seorang pria bernama Anton Pangilan (49 tahun) ditemukan tewas tergantung di dalam ruko miliknya, Sabtu malam (14/12/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir SIK MH melalui Kapolsek Koto Baru Iptu Nafris SH kepada awak media, Ahad (15/12/2019) mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui anaknya bernama Fadil (21 tahun).

Awalnya Fadil menelpon sang ayah yang berada di dalam ruko yang terkunci dari dalam. Beberapa kali ditelpon, tidak diangkat. Kemudian Fadil langsung menuju ke belakang ruko dan memanjat dinding bagian belakang untuk masuk ke dalam.

Sampai di dalam ruko, sang anak histeris melihat ayah sudah tergantung dengan leher terikat tali. Selanjutnya anak korban membuka pintu depan sambil berteriak minta tolong kepada warga.

"Kami yang mendapat informasi tersebut langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Kemudian mayat korban dibawa ke Puskesmas. Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani keluarga dan diketahui wali nagari. Mayat korban telah diserahkan kepada kelurga untuk dikebumikan," ucap Kapolsek Koto Baru Iptu Nafris SH.(ep)

wwwwww