Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
3
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
11 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
5 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
6 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Ditelpon, Tak Diangkat, Anak Temukan Ayah Tewas Tergantung Dalam Ruko

Ditelpon, Tak Diangkat, Anak Temukan Ayah Tewas Tergantung Dalam Ruko
Mayat korban dibawa ke Puskesmas.
Minggu, 15 Desember 2019 21:27 WIB
Penulis: Eko Pangestu
DHARMASRAYA - Warga Jorong Sungai Lukik, Nagari Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar) gempar. Seorang pria bernama Anton Pangilan (49 tahun) ditemukan tewas tergantung di dalam ruko miliknya, Sabtu malam (14/12/2019) sekitar pukul 21.00 WIB.

Kapolres Dharmasraya AKBP Imran Amir SIK MH melalui Kapolsek Koto Baru Iptu Nafris SH kepada awak media, Ahad (15/12/2019) mengatakan, peristiwa itu pertama kali diketahui anaknya bernama Fadil (21 tahun).

Awalnya Fadil menelpon sang ayah yang berada di dalam ruko yang terkunci dari dalam. Beberapa kali ditelpon, tidak diangkat. Kemudian Fadil langsung menuju ke belakang ruko dan memanjat dinding bagian belakang untuk masuk ke dalam.

Sampai di dalam ruko, sang anak histeris melihat ayah sudah tergantung dengan leher terikat tali. Selanjutnya anak korban membuka pintu depan sambil berteriak minta tolong kepada warga.

"Kami yang mendapat informasi tersebut langsung datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. Kemudian mayat korban dibawa ke Puskesmas. Namun pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditandatangani keluarga dan diketahui wali nagari. Mayat korban telah diserahkan kepada kelurga untuk dikebumikan," ucap Kapolsek Koto Baru Iptu Nafris SH.(ep)

wwwwww