PENAS Tani 2020 Batal di Kota Padang, Ratusan Massa Unjukrasa di DPRD Sumbar

PENAS Tani 2020 Batal di Kota Padang, Ratusan Massa Unjukrasa di DPRD Sumbar
Ratusan warga memprotes pembatalan Kota Padang sebagai tuan rumah Penas Tani 2020 di DPRD Sumbar. (foto: ist/harianhaluan.com)
Senin, 16 Desember 2019 19:26 WIB
PADANG - Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) dibatalkan menjadi tuan rumah perhelatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan Ke-16 pada tahun 2020 mendatang. Pembatalan itu  mendapat protes keras dari ratusan warga kota ini.

Dikutip dari harianhaluan.com, keputusan pembatalan Kota Padang menjadi tuan rumah tertuang dalam surat dengan nomor 253/12975/DTPHP/12/2019, ditandatangani Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno tertanggal 3 Desember 2019.

Sebelumnya, Kota Padang disepakati menjadi tuan rumah berdasarkan hasil Rembug Utama Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional pada PENAS XV Petani Nelayan Tahun 2017 di Aceh.
Rencananya akan diselenggarakan di Kelurahan Aie Pacah Kecamatan Koto Tengah, Kota Padang dengan jumlah peserta sebanyak 50.000 orang.

Pembatalan tersebut mengundang aksi potes ratusan massa dari Forum Anak Nagari Koto Tangah, Kota Padang. Mereka berunjukrasa di depan kantor DPRD Sumbar, Senin (16/12/2019).

Aksi tersebut dilakukan terkait pemindahan lokasi acara Penas Tani Nelayan XVI 2020 yang sebelumnya diagendakan di Kota Padang dan pindah ke Kabupaten Padang Pariaman yang dituangkan dalam Surat Gubenur Sumbar No: 253/12975/DTPHP/12/2019.

Koordinator aksi Roni Candra mengatakan, forum yang tergabung dari kelompok tani, tokoh masyarakat Koto Tangah, Aia Pacah dan Naggalo ini menolak Penas Tani 2020 dialihkan ke Padang Pariaman dan dikembalikan ke Kota Padang.

Forum Anak Nagari Koto Tangah menyampaikan lima poin aspirasi mereka ke DPRD Sumbar.

"Pertama, kami meminta Surat Gubernur No: 253/12975/DTPHP/12/2019 dibatalkan. Kedua, uang ganti rugi kami jika jadi dipindahkan. Ketiga, Pemprov Sumbar untuk meminta maaf secara tertulis kepada masrayakat Kota Padang."

"Keempat, mencabut pernyataan pejabat provinsi yang menyatakan masyarakat Padang tidak siap sebagai tuan rumah, dan terakhir menuntut agar Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan Kepala Dinas Pertanian Sumbar dicopot," tegasnya.

Diketahui, Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan Indonesia merupakan ajang berkumpul bagi para kontak tani, nelayan dan petani hutan. Forum ini mempertemukan para petani, penyuluh, pihak swasta, dan pemerintah sebagai wadah edukasi, pertukaran informasi, pengembangan kemitraan, dan jejaring kerjasama.

Kegiatan ini diadakan 3 tahun sekali dan kini sudah ke-16 kalinya dimana Kota Padang telah ditetapan sebagai tuan rumah. (dn/ist/hln)

Editor:arie rh
Sumber:harianhaluan.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Sumatera Barat

wwwwww