Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
Politik
23 jam yang lalu
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
2
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
Kesehatan
20 jam yang lalu
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
3
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
Politik
9 jam yang lalu
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
4
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
5
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Umum
9 jam yang lalu
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
6
Firman Usulkan RUU HIP Tak Masuk Prolegnas 2021
Politik
11 jam yang lalu
Firman Usulkan RUU HIP Tak Masuk Prolegnas 2021
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tolak Jadi Ketua Dewas KPK, Ini Alasan Yusril Ihza Mahendra

Tolak Jadi Ketua Dewas KPK, Ini Alasan Yusril Ihza Mahendra
Senin, 16 Desember 2019 15:31 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Pakar hukum tata negara Prof. Yusril Ihza Mahendra menegaskan tidak berminat menjadi ketua atau anggota Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu mengatakan, namanya disebut-sebut sebagai salah seorang calon anggota Dewas KPK.

Presiden dikabarkan sedang menimbang-nimbang beberapa nama yang dianggap kredibel untuk menjadi Dewas KPK itu.

“Walau masih dalam proses seleksi, banyak orang yang bertanya, dan bahkan ada yang ucapkan selamat pada saya,” ujar Yusril lewat akun Twitter sesaat lalu, Senin (16/12).

Jelas Yusril, sampai saat ini tidak ada pihak resmi yang menghubunginya untuk menjadi Dewas KPK.

Oleh karena itu, dia menganggap bahwa disebut-sebut namanya hanyalah kabar burung belaka.

“Saya sendiri dengan segala permohonan maaf, sama sekali tidak berminat dan tidak bersedia menduduki jabatan sebagai Dewas KPK tersebut,” tegasnya.

“Saya lebih memilih tetap menjadi advokat professional yang oleh UU Advokat dikategorikan sebagai penegak hukum daripada menjadi Dewas KPK," pungkasnya.***

wwwwww