Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
Politik
21 jam yang lalu
Lembaga Penyiaran harus Mampu Memperkuat Ideologi Bangsa
2
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
Kesehatan
18 jam yang lalu
169 Tetangga HRS Rapid Test, Polisi: Hasilnya Nonreaktif Semua
3
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
Politik
7 jam yang lalu
Legislator Ini Ajak Tokoh dan Ustazah di Jakarta Berjuang Bersama
4
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
Pemerintahan
6 jam yang lalu
Ini Kriteria Rektor UIN Suska Pengganti Akhmad Mujahidin Menurut DPR RI
5
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
Umum
7 jam yang lalu
Sosok Gusti Ega Putrawan, Anak Pebisnis Rokok, Pacaran Dikawal TNI
6
Kata Gus Menteri, Satu Desa hanya Boleh Punya Satu Bumdes, Namun Khusus BumDesa Boleh Lebih dari Satu
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Kata Gus Menteri, Satu Desa hanya Boleh Punya Satu Bumdes, Namun Khusus BumDesa Boleh Lebih dari Satu
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Enak Nggak Enaknya Melintas di Tol Layang Cikampek II

Enak Nggak Enaknya Melintas di Tol Layang Cikampek II
Foto: twitter
Kamis, 19 Desember 2019 13:54 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Tol layang Jakarta-Cikampek II atau tol layang Japek sudah bisa dilintasi pengguna. Ini adalah masa uji coba sebelum tol bergelombang itu resmi dibuka pada Jumat (20/12/2019) besok.

Darta, seorang pengguna yang menjajal tol bergelombang itu dalam perjalanan ke Solo, Jawa Tengah mengungkapkan, masih banyak pengerjaan yang berlangsung sepanjang perjalanannya kemarin, Rabu (18/12/2019).

"Cepet sih, tapi bergelombang. Masih banyak perbaikan jalan," kata dia Kamis (19/12/2019).

Di sepanjang perjalanannya, Darta menuturkan, tak nampak satupun kendaraan besar melintas di dua jalur yang tersedia, dan tak ada kepadatan seperti yang terjadi di Tol yang berada di bawahnya.

"Nggak macet sama sekali, nggak kayak Tol di bawahnya," kata Darta.

Enaknya melintasi tol layang baru yang dibangun sepanjang 38 km itu, kata Darta, "pemandangan indah karena panjang banget naik mobil di atas,".

Tapi bentuk konstruksi jalan yang bergelombang, kata Darta, menuntut kehati-hatian ekstra dalam mengemudi.

"Nggak bisa terlalu ngebut karena bergelombang, max 100km/jam," kata dia.

Konstruksi jalan yang bergelombang itu, juga sempat disorot oleh Guru Besar Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan (UPH), Profesor Marlian Simanjuntak. Marlin mengaku tertantang untuk melakukan pengecekan sendiri terkait hal itu.

"Jadi bergelombang itu penyebabnya apa? Terjadi penurunan, daya dukung tanah yang lemah, atau memang sistem strukturnya begitu?” ujar Marlian, Rabu (11/12/2019) lalu.

Satu hal yang paling penting, kata Marlin, apakah ada data tanah yang secara khusus berada di rute itu? "Kalau data tanahnya tidak ada, semaksimal apapun elemen struktur dia tak akan bisa menopang. Jadi ini memang harus dicek, dan saya pun tertarik untuk mengeceknya,”.

Sebelumnya, dalam sebuah laporan TV One, Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Desy Arryani menyatakan, Tol Layang Japek sudah diuji secara fisik dan kekuatan, "tapi kenyamanannya masih belum sesuai harapan,".

"Jadi kalau smooth sekali memang tidak mungkin, karena tiap 180 meter sekali itu ada sambungan. Yang pasti saat ini terus menerus kita sedang sempurnakan," terangnya.***

wwwwww