Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton
Wufest Taolu Championship 2019

Jasson Oliver, Idolakan Edgar Xavier Marvelo

Jasson Oliver, Idolakan Edgar Xavier Marvelo
Kamis, 19 Desember 2019 23:08 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ternyata dari ratusan atlet siap bersaing menjadi yang terbaik dalam Festival Wushu Indonesia bertajuk "Wufest Taolu Championship 2019", Jasson Oliver sangat mengidolakan Edgar Xavier Marvelo yang mengukir tinta emas dengan meraih dua medali emas pada Kejuaran Dunia Wushu di China 2019 dan peraih dua medali emas SEA Games XXX Filipina 2019.

Tidak heran jika bocah lelaki berusia 9 tahun ini sudah memiliki segudang prestasi. Terakhir, dia meraih emas nomor Dao Shu pada Singapore Open, September lalu dan emas beregu Wugames Jakarta 2019 pada November lalu.

Kini, di penghujung tahun 2019, Jasson Oliver kembali mengincar medali emas pada Wufest Taolu Championship yang digelar di Wisma Serba Guna Jakarta, 20-22 Desember 2019. "Harapan saya ikut kejuaraan ini semoga bisa menjadi yang terbaik dan bisa dapat medali emas, seperti event-event yang sebelumnya," kata Jasson yang ditemui saat mencoba lapangan.

Namun untuk meraih medali emas bukan perkara mudah. Sebab, ia harus bersaing dengan atlet lain, baik dari rekan satu sasana maupun sasanan lain. "Ya, memang tidak mudah kerena saya harus bersaing dengan atlet dari daerah lain," katanya.

Jasson bukan satu-satunya dari Perguruan Rajawali Sakti Jakarta. Dia bersama 31 rekannya tampil dalam festival yang digelar SIWO PWI Pusat bekerja sama dengan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI). ***

wwwwww