Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
10 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
17 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Peristiwa
10 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
6
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
17 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Air Laut di Padang Berubah Hijau, Kadar Oksigennya Jadi Berkurang

Air Laut di Padang Berubah Hijau, Kadar Oksigennya Jadi Berkurang
Kepala Dinas DLH Sumbar, Siti Aisyiah mengambil sampel air laut hijau di Kota Padang. (foto: DLH Sumbar/Langgam.id)
Selasa, 24 Desember 2019 22:10 WIB
PADANG- Fenomena hijaunya air laut di beberapa titik di perairan laut di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) membuat kadar oksigen di wilayah terdampak jadi berkurang. Hijaunya air laut ini disinyalir ledakan populasi plankton.
 

Dikutip dari Langgam.id, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon, mengatakan kondisi air laut yang terdampak masih hijau dengan parameter di atas baku mutu. Kadar oksigen terlarut di angka 4,15.

“Harusnya lebih besar dari angka 5, tapi diuji hari ini pukul 14.00 WIB tercatat di angka 4,15. Begitu pun untuk kadar kekeruhan air harusnya kecil dari angka 5, sedangkan hasil uji 48,5,” ujar Mairizon dihubungi Langgam.id, Selasa (24/12/2019).

Dari pantauan DLH, penyebaran hijaunya air laut akibat populasi plankton ini juga semakin meluas. Namun, Mairizon tidak bisa memprediksi berapa persen perluasan yang terjadi di perairan laut.

“Kalau tambah luasnya saya kurang tahu berapa, tapi lebih luas dari sebelumnya. Meskipun demikian air lebih jernih dibandingkan kemarin,” katanya.

Sampel air yang diambil DLH Padang telah dilakukan penelitian di laboratorium. Untuk parameter lain masih dilakukan pengujian. Mairizon mengungkapkan, tidak ada sumber pencemar air lainnya selain sampah.

“Anomali ini mungkin memang disebabkan booming alga, hijau karena pengaruh up willing akibat cuaca. Tapi penyebab pastinya menunggu hasil laboratorium keluar. Paling lama menunggu sampai lima hari ke depan,” tuturnya. (irwanda/ICA)

 

Editor:arie rh
Sumber:Langgam.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Lingkungan, Sumatera Barat

wwwwww