Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
Ekonomi
10 jam yang lalu
Petugas Kebersihan KRL yang Kembalikan Rp500 Juta Milik Penumpang Diangkat Jadi Karyawan Tetap
2
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi 'Go Digital'
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Jangan Kalah oleh Pandemi, Pemerintah Dorong Koperasi Go Digital
3
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
Peristiwa
17 jam yang lalu
Biarkan Ibu Melahirkan di Depan Rumahnya dan Pungut Bayaran Rp800.000, Izin Praktik Bidan SF Dicabut
4
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
Peristiwa
10 jam yang lalu
Mengira Sampah, Ini Kisah Mujenih Tukang Sapu Temukan Rp500 Juta di Gerbong KRL
5
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Pembukaan Kembali Sekolah, Orang Tua Bisa Pilih Anak Belajar di Rumah
6
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Hukum
17 jam yang lalu
Diduga Aktris FTV Ditangkap Polisi, Keterangan Tunggu Kapolrestabes
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Musim Liburan, Sumbar Diserbu Wisatawan, Pedagang Jangan Naikan Harga Semena-mena

Musim Liburan, Sumbar Diserbu Wisatawan, Pedagang Jangan Naikan Harga Semena-mena
Jalur wisata mangrove yang sedang dibangun di Nagari Ulakan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Jumat (25/10/2019). (foto: Antara/Iggoy el Fitra/republika.co.id)
Selasa, 24 Desember 2019 22:28 WIB
PADANG - Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengingatkan para pedagang di daerah itu untuk tidak menaikkan harga secara semena-mena saat musim liburan akhir tahun ini karena akan merusak citra daerah itu sebagai tujuan wisata.

"Harga produk yang dijual harusnya sama saat musim liburan atau tidak. Jangan aji mumpung," katanya seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (24/12).

Menurutnya, pedagang juga harus menyiapkan papan harga yang bisa dipedomani oleh wisatawan. Papan harga itu diletakkan di tempat yang mudah dilihat sehingga wisatawan lebih nyaman saat berbelanja.

Dia mengatakan, sejumlah tempat kuliner di Kota Padang yang telah mendapatkan sertifikasi dari pemerintah daerah bisa menjadi contoh. Selain pelayanan yang baik, tempat kuliner itu memampangkan daftar harga. Wisatawan yang merasa kurang puas bisa membandingkan langsung antara struk belanja dengan daftar yang terpampang.

Nasrul mengatakan, pariwisata adalah salah satu sektor yang diharapkan menjadi pemutar roda perekonomian Sumbar. Potensi destinasi, seni budaya dan kuliner yang luar biasa sangat mendukung. Sayangnya, perilaku buruk pedagang yang menaikkan tarif harga secara semena-mena kadang masih terjadi terutama pada musim liburan.

Praktik itu bisa merusak citra Sumbar di mata wisatawan sehingga mereka enggan untuk berkunjung kembali. Hal itu akan sangat merugikan daerah yang berharap banyak pada jumlah kunjungan wisatawan.

Pada 2019 ini, Pemprov Sumbar manargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 57.087 orang dan wisatawan domestik sebanyak 8.476.724 orang. (rep)

Editor:arie rh
Sumber:republika.co.id
Kategori:GoNews Group, Umum, Ekonomi, Sumatera Barat

wwwwww