Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
13 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  Badminton

Catatan Polri 2019: KDRT Turun, Perkosaan Meningkat

Catatan Polri 2019: KDRT Turun, Perkosaan Meningkat
Ilustrasi: shutterstock
Sabtu, 28 Desember 2019 15:28 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia merilis catatan penanganan perkara Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perkara Perkosaan sepanjang tahun 2019.

"Kasus KDRT tahun ini menurun 3.742 dibanding tahun sebelumnya, atau sekitar 36,2 persen," ungkap Kapolri Idham Aziz di Auditorium Perguruan Tinggi Ilmu kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Sabtu (28/12/2019).

Pada 2018 kata Idham, KDRT mencapai 10.316 kasus, sementara 2019 tercatat sebanyak 6.574 kasus. Dari 6.574 hanya 6.220 perkara KDRT yang masuk tahap penyelesaian tahun ini.

Tahun lalu, sambungnya, ada 7.937 perkara yang masuk tahap penyelesaian. Tahun ini menurun 1.717 perkara atau sekitar 21,6 persen dibanding tahun 2018.

Sementara kejahatan terhadap perempuan di Indonesia, lanjut Idham, tercatat masih tinggi.

Kasus pemerkosaan di tahun 2018 ada 3.404 kasus, di tahun 2019 meningkat jadi 4.730, atau naik 38,9 persen di tahun ini. Penyelesaian perkara pemerkosaan pun meningkat di tahun 2019.

Tahun ini, sebanyak 3.687 perkara kasus pemerkosaan diselesaikan tahun ini. Tahun sebelumnya hanya 2.654 penyelesaian perkara pemerkosaan yang terselesaikan. Tahun ini meningkat 1.033 perkara, atau sekitar 38,9 persen.***

wwwwww