Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
20 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
20 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
19 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
20 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Harimau Berkeliaran Dekat Permukiman di Lubukbasung, BKSDA Pasang Kamera Penjebak

Harimau Berkeliaran Dekat Permukiman di Lubukbasung, BKSDA Pasang Kamera Penjebak
Petugas BKSDA Sumbar dan Polres Agam memasang kamera penjebak harimau yang berkeliaran di dekat pemukiman warga di Agam. (foto: BKSDA Agam/kompas.com)
Minggu, 29 Desember 2019 19:16 WIB
PADANG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat (Sumbar) bersama Kepolisian Resor Agam memasang tiga unit kamera penjebak untuk memantau pergerakan harimau Sumatera di Cumateh, Kecamatan Lubukbasung, Kabupaten Agam.

Dikutip dari Kompas.com, pemasangan itu dilakukan pada Sabtu (28/12/2019) hingga Senin (30/12/2019) untuk mencari tahu dan mendapatkan gambaran visual keberadaan harimau Sumatera yang memangsa anak sapi milik warga di kawasan dekat perumahan.

"Kita pasang camera trap atau kamera jebak di tiga lokasi yang ditemukan jejak kaki atau jalur perlintasan satwa yang diduga jenis harimau Sumatera," ujar Kepala Seksi Konservasi wilayah I BKSDA Sumbar, Khairi Ramadhan yang dihubungi Kompas.com, Minggu (29/12/2019).

Menurut Khairi, jika dari pengamatan camera trap satwa tersebut masih berada di sekitar lokasi, maka akan dilakukan tindakan evakuasi berupa pemasangan perangkap.

"Jika berhasil ditangkap maka satwa akan direhabilitasi atau lepas liar ke dalam salah satu kawasan konservasi yang berada di Sumbar," kata Khairi.

Menurut Khairi, pada Rabu (25/12/2019) lalu, anak sapi milik warga yang bernama Wismardi diterkam harimau.

Anak sapi itu diterkam saat digembalakan bersama sembilan sapi lainnya di kawasan Tempat Pembuangan Akhir Sampah Cumateh.

Wismardi kemudian melapor ke kepolisian dan BKSDA karena menemukan jejak kaki satwa yang diduga harimau.

"Tim BKSDA Sumbar dan Polres Agam langsung melakukan pengecekan ke lapangan dan menemukan tanda keberadaan berupa jejak kaki yang diduga merupakan tapak kaki satwa harimau Sumatera," kata Khairi.

Tim gabungan selanjutnya melaksanakan patroli di sekitar lokasi yang tidak jauh dari permukiman warga tersebut.

Mereka juga melakukan sosialiasi kepada warga agar waspada dan berhati-hati dalam beraktivitas serta melakukan pengamanan berupa memasukan ternaknya ke dalam kandang. (kpc)

Editor:arie rh
Sumber:Kompas.com
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww