Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
12 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
17 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
16 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
4
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
16 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
16 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
16 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Namanya Tak Disebut Sebagai Calon Gubernur, Aldi Taher Protes DPW PKS Sumbar

Namanya Tak Disebut Sebagai Calon Gubernur, Aldi Taher Protes DPW PKS Sumbar
Aldi Taher (baju merah). (foto: Covesia.com)
Senin, 30 Desember 2019 19:00 WIB
PADANG - Artis sinetron Aldi Taher memprotes Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Sumatera Barat (Sumbar), Irsyad Syafar, karena tak menyebutkan namanya sebagai calon gubernur yang akan maju di Pilkada 2020.

Sebagai salah satu kader PKS yang berkomitmen ikut Pilkada 2020, Aldi Taher menuding Irsyad Syafar tidak netral.

Dikutip dari laman Covesia.com, Aldi mengatakan hal tersebut karena Ketua DPW PKS itu hanya menyebutkan dua nama calon PKS, yakninya Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dan Walikota Payakumbuh Reza Falefi kepada media di Sumbar.

“Ketua PKS Sumbar harus netral kepada kadernya, jangan berat sebelah, Aldi Taher kader PKS juga,” ungkap Aldi kepada Covesia.com melalui pesan WhatsApp, Senin (30/12/2019).

Seharusnya, imbuh Aldi, DPW PKS memberikan kesempatan yang sama terhadap kader yang ingin maju di Pilkada Sumbar. Karena masing-masing kader itu sejatinya memiliki peluang dan hak yang sama.

“Saya protes, gak menghargai saya dan ibu saya dia, saya dulu datang ke PKS Sumbar dengan ibu saya,” ungkapnya.

Lebih lanjut Aldi mengatakan, Irsyad Syafar diangkat menjadi ketua adalah untuk umat bukan untuk Mahyeldi.

Tak hanya itu, Aldi menilai ada aroma kepentingan pribadi dari Ketua PKS Sumbar. Sehingga tidak pernah menyebutkan namanya di kader PKS. “Gak menghargai jerih payah saya dia,” ungkapnya.

“Sebagai seorang yang diamanahkan selayaknya Irsyad Syafar tidak menyalahgunakan jabatan. Jelas-jelas Mahyeldi udah janji sampai 2024 jadi Walikota Padang, kenapa harus dipaksa maju menjadi gubernur, janji adalah utang,” ujarnya.

Untuk maju di Pilkada 2020, Aldi Taher mengatakan sudah melakukan berbagai usaha seperti membaca Alquran, meminta restu ibunya, bergabung dengan PKS, membuat baliho, sosialisasi bertemu masyarakat Sumbar, mengalir formulir ke PPP, meminta restu ninik mamak seperti Nasrul Abit, Mahyeldi, Fakhrizal melalui WhatsApp pribadi. (ila/cvs)

Editor:arie rh
Sumber:covesia.com
Kategori:GoNews Group, Politik, Sumatera Barat

wwwwww